Sebanyak 44 anak buah kapal (ABK) dan wisatawan korban kapal tenggelam di perairan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipulangkan. Mereka sempat menginap semalam di Kota Bima setelah dievakuasi tim gabungan.
"Semua korban kapal tenggelam sudah pulang ke tempat tujuannya masing-masing," ucap Kasat Polairud Polres Bima, Iptu Dedi Rizaldi, dikonfirmasi detikBali, Rabu (22/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi mengungkapkan puluhan korban kapal tenggelam itu terdiri dari delapan ABK, tujuh wisatawan domestik, dan 29 turis asing. Mereka melanjutkan perjalanan menuju sejumlah daerah seperti Lombok, Labuan Bajo, hingga terbang ke Yogyakarta.
Menurut Dedi, petugas Imigrasi Bima juga sempat memeriksa dokumen para WNA korban kapal tenggelam tersebut. "Dokumen perjalanan para WNA lengkap dan tak ada masalah makanya mereka bisa pulang," imbuhnya.
Dedi menuturkan peristiwa kapal tenggelam itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita pada Rabu (15/7). Kapal wisata bernama Armada Mulya itu semula berlayar dari Pelabuhan Lembar, Lombok, menuju Labuan Bajo.
"Di tengah perjalanan tepatnya di perairan Sanggar kapalnya tenggelam pada Kamis (16/7/2026) malam sekitar pukul 20.30 WITA," katanya.
Berdasarkan keterangan nakhoda kapal, insiden tersebut disebabkan akibat faktor cuaca berupa gelombang laut tinggi hingga kapal mengalami trouble mesin sehingga mengalami kebocoran.
"Kami yang menerima laporan langsung mengevakuasi para penumpang dan ABK lalu membawa ke Pelabuhan Bima," pungkasnya.
(iws/iws)