detikBali

Undana Kupang Wisuda 1.421 Mahasiswa, Gubernur NTT Soroti Penggunaan AI

Terpopuler Koleksi Pilihan

Undana Kupang Wisuda 1.421 Mahasiswa, Gubernur NTT Soroti Penggunaan AI


Simon Selly - detikBali

Suasana saat 1.421 wisudawan Undana akan dikukuhkan, yang berlangsung di Gedung Grha Cendana, Selasa (30/6/2026).
Foto: Suasana saat 1.421 wisudawan Undana akan dikukuhkan, yang berlangsung di Gedung Grha Cendana, Selasa (30/6/2026). (Dok. Humas Pemprov NTT)
Kupang -

Sebanyak 1.421 wisudawan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dikukuhkan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 di Gedung Grha Cendana, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyoroti penggunaan artificial intelligence (AI) atau akal imitasi. Menurutnya, penggunaan AI jangan sampai menghilangkan nilai kemanusiaan.

Melki, sapaannya, menjelaskan AI adalah teknologi luar biasa yang bisa mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pelayanan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AI adalah alat yang luar biasa. AI mampu membantu penelitian, mempercepat analisis data, meningkatkan pelayanan publik, mendukung dunia kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga membuka peluang usaha baru. Namun, sehebat apa pun AI, ia tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, integritas, empati, dan kebijaksanaan yang dimiliki manusia," jelas Laka Lena.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Melki mengajak seluruh lulusan Undana dapat menggunakan AI secara bijak. "Saya mengajak seluruh lulusan Undana untuk menggunakan AI secara bijaksana, bertanggung jawab, dan beretika," kata politikus Partai Golkar itu.

Melki juga mengatakan wisuda adalah awal pengabdian, bukan akhir perjuangan. Dia mendorong 1.421 wisudawan mengarahkan ilmu untuk meruntuhkan kemiskinan di NTT. Yakni, lewat inovasi, penguatan UMKM, dan pendampingan desa melalui Program One Village One Product (OVOP).

Sementara itu, Rektor Undana, Jefri Bale mengingatkan bahwa AI hanyalah akal imitasi. Kemudahan akses yang dihasilkan dari AI dapat menghilangkan kemampuan untuk berfikir kritis bagi mahasiswa.

"Kemudahan yang ditawarkan AI dapat membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, melalui Pemerintah Provinsi NTT, AI mendukung pencanangan Siber Sehat NTT sebagai upaya menghadapi ancaman degradasi mental akibat penggunaan teknologi secara instan," kata Jefri.

Ia juga berpesan, para lulusan bisa menggunakan akal imitasi atau AI, sebagai alat bantu. "Gunakan akal imitasi hanya sebagai alat bantu, tetapi akal sehat sebagai penggerak utama membangun bumi Flobamorata," tandas Jefri.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads