Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, meminta para orang tua di wilayahnya, khususnya para ayah, agar aktif membangun kedekatan emosional (bonding) lebih kuat dengan anak. Hal itu salah satunya bisa diwujudkan dengan mengantar-jemput anak saat hari pertama sekolah.
Menurut Mohan, peran ayah dalam pengasuhan anak tengah menjadi sorotan. Sebab, tanggung jawab pengasuhan anak selama sering kali dominan dilakukan para istri. Sehingga, pandangan itu perlu diperluas agar para ayah turut mengambil peran aktif.
"(Wajib) hadir ya. Supaya tidak semuanya kemudian harus diberikan tanggung jawab pengasuhan itu kepada ibu, tetapi ayah juga harus hadir. Sehingga, bonding antara ayah terhadap anak-anaknya makin kuat," kata Mohan saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).
Tak hanya membangun kedekatan emosional, kehadiran ayah juga dinilai penting dalam momen-momen krusial perkembangan anak. Contohnya, muncul usulan agar para ayah turut terlibat pada hari-hari penting, seperti hari pertama sekolah.
"Saya kira satu tagline 'Ayah Harus Hadir' bisa memberikan banyak penafsiran. Ayah harus hadir di rumah, atau pada hari pertama sekolah. Saya kira ayah harus hadirlah," tegas Mohan.
Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Barat (NTB), sebanyak 442 ribu anak dan remaja atau sekitar 20% mengalami fatherless atau tumbuh tanpa figur ayah. Musababnya, proses pengasuhan lebih banyak diserahkan kepada ibu, kakek, atau nenek.
Simak Video "Video Polwan yang Bunuh Suaminya di Mataram Divonis 10 Tahun Penjara"
(hsa/hsa)