Luas lahan terdampak kebakaran di kawasan Bukit Pal Jepang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 163 hektare. Proses pemadaman berlangsung sejak Jumat (26/6).
Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur, Lalu Iskandar, mengungkapkan saat ini titik api telah berhasil dipadamkan. Menurutnya, tim gabungan berjibaku selama tiga hari tiga malam untuk menjinakkan si jago merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemadaman dan pemantauan dari tim gabungan selama tiga hari tiga malam. Saat ini api telah padam dari hasil pemantauan kami jam 5 pagi tadi," kata Iskandar, Senin (29/6/2026).
Menurut Iskandar, api dengan mudah menjalar lantaran kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang. Medan yang terjal dengan kemiringan yang ekstrem juga sempat menghambat tim gabungan untuk menjangkau titik api.
"Penyebaran api menjalar ke lokasi yang lain karena angin kencang dan vegetasi tanaman kering yang cepat terbakar. Total luasnya yang terdampak 163 hektare," terang Iskandar.
"Lokasinya cukup sulit dijangkau, dengan tingkat kemiringan yang terjal dan ekstrem itu yang membuat tim kesulitan menjangkau titik api," imbuhnya.
Iskandar menduga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan tersebut disebabkan oleh perburuan liar. Selain itu, faktor cuaca panas dan angin kencang juga dinilai dapat menjadi pemicu kebakaran.
"Kami mengimbau kepada masyarakat supaya jangan melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran. Terlebih saat ini sedang musim panas," pungkasnya.
(iws/iws)