Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat menyoroti hibah lahan seluas 3 hektare dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pasalnya, lahan yang dihibahkan sejak 2024 itu hingga kini belum dimanfaatkan untuk pembangunan.
Anggota DPRD Lombok Barat, Ali Hidayat, mengatakan hibah lahan itu diserahkan saat masa kepemimpinan Bupati Fauzan Khalid, sekitar dua tahun lalu. Padahal, Ali berujar, UIN Mataram berencana membangun kampus ketiga yang akan dilengkapi Fakultas Kedokteran dan Politeknik.
"Dulu janjinya segera melakukan pembangunan. Minimal membangun tembok keliling sebagai langkah awal. Rencananya bahkan sangat luar biasa, mau mendirikan Fakultas Kedokteran dan Politeknik di sana," ujar Ali, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali mengaku telah meninjau langsung lokasi lahan hibah tersebut. Ia pun menyayangkan kondisi lahan tersebut masih kosong tanpa ada progres pembangunan fisik.
"Sampai hari ini tidak ada tanda-tanda kehidupan di tanah yang kita kasih itu. Ini sudah mau masuk tahun ketiga sejak hibah diberikan," tuturnya.
Ali meminta Pemkab Lombok Barat mengevaluasi kesepakatan hibah tersebut. Menurut dia, aset daerah yang berpotensi produktif tidak seharusnya dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan.
Ia juga menyarankan agar lahan tersebut ditarik kembali apabila UIN Mataram belum juga merealisasikan rencana pembangunan kampus dalam dua tahun ke depan.
"Ngapain kita biarkan tanah itu tidak digarap? Lebih baik menjadi lahan produktif untuk menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita. Posisi kita sekarang digantung," kata Ali.
Kepala Desa (Kades) Gapuk, Nurdin, berharap pembangunan kampus di wilayahnya dapat segera direalisasikan. Nurdin meyakini kehadiran kampus akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
"Ini harapan besar masyarakat. Kehadiran UIN akan mengangkat derajat ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) warga," kata Nurdim.