Kebakaran di Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 116 hektare. Api yang melalap bukit itu belum dapat dipadamkan.
"Laporan masuk tadi sekitar jam 11 siang luas area yang terbakar 116 hektar," terang Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur, Lalu Iskandar, Rabu (10/6/2026).
"Teman-teman sedang menuju titik api yang lebih atas lagi untuk berusaha memadamkan dan membuat sekat bakar supaya apinya tidak menjalar sampai ke bagian punggung bukit yang lain," imbuh Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendakian ke Bukit Sempana ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi sejak Selasa (9/6/2026) sore.
Saat ini, ada 8 titik api yang terdeteksi di Bukit Sempana. Petugas kebakaran kewalahan karena jalur terjal dan terkendala angin kencang.
"Yang terlihat dari basecamp ada masih 8 titik api. Karena ini tebing curam dan juga angin kencang sehingga beberapa titik tidak bisa kami jangkau," ucap Iskandar.
Iskandar menduga penyebab kebakaran tersebut karena adanya aktivitas perburuan liar. "Dugaan kuat karena adanya perburuan liar," ujar Iskandar.
Iskandar berharap masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran. Ia juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
(hsa/hsa)










































