detikBali

Viral TNI Diduga Gusur SD di Ende, Ini Penjelasan Kodam Udayana

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral TNI Diduga Gusur SD di Ende, Ini Penjelasan Kodam Udayana


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution. (Foto: Dok. Kodam Udayana)
Denpasar -

Kodam IX/Udayana buka suara terkait video viral yang menarasikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merusak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan informasi mengenai perusakan fasilitas sekolah hingga penggusuran paksa tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Tidak terdapat intimidasi, kekerasan fisik maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi," tegas Amrizal saat dihubungi detikBali, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amrizal menjelaskan peristiwa itu bermula saat mobilisasi alat berat berupa ekskavator menuju lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan hibah masyarakat yang berada di belakang area SDN Neowula.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, akses jalan desa yang sempit serta posisi struktur penyangga atap sekolah berada di jalur manuver alat berat membuat penyesuaian teknis perlu dilakukan di lapangan.

"Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan dan verifikasi terhadap berbagai pihak terkait, peristiwa tersebut berawal dari kendala teknis pada saat mobilisasi alat berat (excavator) menuju lokasi pembangunan KDKMP yang berada di atas lahan hibah masyarakat di belakang area SDN Neowula," ungkapnya.

"Sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Kepala Desa dan pihak komite sekolah, tujuannya agar alat berat dapat melintas tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan utama sekolah," lanjut Kapendam.

Amrizal menyebut penyesuaian teknis dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga yang berada di area akses alat berat. Hal serupa, lanjut dia, juga disampaikan Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa.

Menurut Amrizal, mediasi telah dilakukan karena jalan desa berimpitan dengan atap sekolah sehingga diperlukan penyesuaian teknis yang nantinya diperbaiki kembali.

Di sisi lain, Babinsa setempat, Sertu Hermin, disebut berada di lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus menjadi mediator guna meredam ketegangan dan mencegah potensi eskalasi.

Saat ini, seluruh aktivitas pekerjaan dihentikan sementara untuk memberi ruang proses mediasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Amrizal juga memastikan tiang yang sebelumnya rusak telah diperbaiki kembali.

"Area galian (juga) telah dirapikan dan alat berat telah dikeluarkan dari lokasi untuk menghindari potensi kesalahpahaman lanjutan," imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Ende, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan musyawarah dalam menyikapi dinamika pembangunan di daerah.




(dpw/dpw)










Hide Ads