Jumlah jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah menjadi sembilan orang. Sebelumnya, jumlah jemaah yang dilaporkan wafat sebanyak lima orang.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, Herman Nugraha, mengungkapkan sebagian besar jemaah haji yang wafat merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Sembilan jemaah yang meninggal mayoritas akibat penyakit jantung dan gangguan paru-paru yang diperparah oleh kondisi fisik yang kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan yang sudah lansia, ada yang sakit jantung, paru, yang memang sudah ada penyakit bawaan dari sejak keberangkatan. Karena kondisi kelelahan, capek, itu mempengaruhi kondisi yang bersangkutan," kata Herman dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Selain itu ada 12 orang jemaah masih dirawat di Arab Saudi seusai pelaksanaan puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Jemaah yang belum memungkinkan pulang sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik melalui kloter berikutnya.
"Untuk jemaah yang sudah tiba di tanah air, kalau dia misalnya agak sedikit kurang sehat, minum obat. Kalau ada gejala-gejala sakit, segera melapor ke puskesmas terdekat," katanya.
Nugraha mengatakan ada 2 kelompok terbang (kloter) jemaah haji NTB telah dipulangkan dari Arab Saudi. Kloter 1 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Timur tiba di Bandara Internasional Lombok pada Selasa (2/6/2026) pukul 00.25 Wita. Sedangkan kloter 2 asal Lombok Tengah tiba pada Rabu (3/6/2026) pagi.
"Kloter 1 dan 2 pulang secara utuh, masing-masing sebanyak 393 orang bersama petugas," ujarnya.
Dari dua kloter yang sudah dipulangkan, tutur Nugraha, tidak ada jemaah yang dirujuk ke rumah sakit. Semua jemaah yang dipulangkan dalam kondisi sehat.
"Untuk jemaah kloter 2 utuh, 393 orang dengan petugas. Sekarang masih ada diobservasi, mudah-mudahan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya yang sudah menunggu di sini," kata dia.
Nugraha meminta semua jemaah haji yang sudah pulang dari Arab Saudi agar tetap menjaga kesehatan. Apalagi dengan adanya perubahan cuaca dingin di NTB dalam beberapa hari terakhir, para jemaah haji agar istirahat yang cukup.
Sebelumnya, lima orang jamaah haji asal NTB meninggal dunia di Arab Saudi. Kelima jemaah itu berasal dari kelompok terbang (kloter) 4, 9, 12, 14, dan kloter 15.
Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram Ferry Wardhana mengatakan kelima jemaah haji NTB yang wafat di Tanah Suci dikarenakan serangan jantung dan radang paru.
"Tiga meninggal karena radang paru dua karena serangan jantung," kata Ferry, Jumat (29/5/2026).
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Amin, membenarkan ada lima orang jamaah haji NTB meninggal di Arab Saudi.
"Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki," ujarnya
Amin menyebutkan, asal para jamaah haji yang wafat di Tanah Suci ini dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
(nor/nor)










































