Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada penutupan akses penyeberangan dari Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, imbas aksi demonstrasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), Selasa (2/6/2026).
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial terkait penutupan Pelabuhan Poto Tano selama satu bulan akibat aksi demonstrasi tersebut.
"Pelabuhan tetap buka dan beroperasi seperti biasa. Kami sudah berkoordinasi dengan ASDP Kayangan. Tidak ada penutupan pelabuhan dan seluruh layanan tetap berjalan normal," ujar Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar saat dikonfirmasi.
Ervan memastikan sebanyak 500 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait diterjunkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelayanan masyarakat selama aksi PPS berlangsung.
Menurutnya, penyampaian aspirasi terkait pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa dilakukan di luar area pelabuhan sehingga tidak mengganggu aktivitas penyeberangan.
"Kami pastikan tidak sampai menghentikan aktivitas penyeberangan. Terutama penyeberangan logistik. Kalau dampaknya tentu ada. Pergerakan kendaraan menuju pelabuhan kemungkinan menjadi lebih lambat," ujarnya.
Ervan menuturkan kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan komoditas yang mudah rusak akan diprioritaskan agar tidak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Sebelumnya, kemacetan sempat terjadi di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, pada Senin (1/6). Kondisi itu dipicu kekhawatiran masyarakat setelah menerima informasi penutupan pelabuhan melalui media sosial.
"Jadi banyak pengguna jasa penyeberangan memilih mempercepat jadwal keberangkatan untuk menghindari kemungkinan gangguan layanan," katanya.
Dishub NTB memastikan terdapat 10 kapal yang melayani penyeberangan rute Pelabuhan Poto Tano-Pelabuhan Kayangan. Selain itu, delapan kapal lain juga disiapkan sebagai armada cadangan apabila dibutuhkan.
"Pelayanan harus tetap berjalan agar tidak merugikan masyarakat, terutama terkait distribusi logistik," ujarnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, memastikan layanan penyeberangan Kayangan-Poto Tano tetap beroperasi normal.
Ia menegaskan kondisi di lapangan masih aman dan terkendali sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayaran. "Masih kondusif dan aman, jalur kendaraan juga lancar," terang Erli.
Diketahui, aksi demonstrasi besar-besaran digelar aliansi PPS pada hari ini. Massa menuntut pencabutan moratorium daerah otonomi baru (DOB) agar Pulau Sumbawa dapat menjadi provinsi baru.
Aksi tersebut direncanakan berlangsung serentak di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Massa juga disebut mengancam akan menutup Pelabuhan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat.
Simak Video "Video Detik-detik Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar Ditangkap"
(dpw/dpw)