Peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke-30 2026 digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (30/5/2026). Dalam peringatan tersebut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyoroti banyaknya warga NTT kurang peduli terhadap orang tua mereka yang sudah berusia lanjut. Mereka baru diurus anak-anak mereka ketika jatuh sakit.
"Kami terbiasa membiarkan ataupun tidak menangani orang tua agar tetap produktif akhirnya kita urus pada saat sakit," ujar Laka Lena dalam acara yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT.
Dia pun mengapresiasi dipilihnya NTT sebagai tuan rumah, sehingga bisa mendorong kesadaran masyarakat NTT untuk menjaga lansia agar tetap produktif.
"Kami terima kasih untuk acara hari ini, Hari Lanjut Usia Nasional, Pak Menteri Sosial dan Pak Dirjen sudah memutuskan menyelenggarakan di NTT. Kami sadar betul di NTT masih belum terbiasa untuk mengurus orang tua agar hidup produktif," ujar Laka Lena dalam acara yang dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial (Kemensos), Supomo, didampingi dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma itu.
Ia berharap momentum ini menumbuhkan kesadaran keluarga menjaga opa-oma tetap sehat. "Dengan acara hari ini kami berhara, ada kesadaran dari seluruh masyarakat di NTT agar jaga para lansia atau orang tua kita tetap sehat dan produktif," ujar politikus Partai Golkar itu.
Laka Lena juga mengatakan, Pemprov NTT ke depan akan menyiapkan regulasi untuk memastikan lansia produktif di masa tua dan mendapat perawatan baik saat sakit.
"Kami akan formulasikan agar bagaimana adanya regulasi untuk mengatur hal ini, untuk memastikan orang tua produktif dan semua anak-anak menjaga orang tua tetap produktif dimasa tua dan kalau sakit diurus dengan baik," pungkasnya.
Dalam kegiatan itu, ribuan lansia mengikuti senam bersama dan pengecekan kesehatan secara gratis. Dirjen Rehsos Supomo menjelaskan jumlah lansia di NTT tergolong tinggi dibanding daerah lain, sehingga butuh layanan khusus agar opa-oma tetap sehat dan produktif.
"Menurut data, jumlah lansia di NTT cukup banyak kalau kita bandingkan dengan daerah-daerah lain, oleh karena itu kita memilih di sini dan kita berikan banyak layanan. Dengan harapan semakin meningkatkan kebahagiaan masyarakat lansia secara umum, dan kemudian meningkatkan usia hidup bagi opa-oma kita," beber Supomo.
Menurut Supomo, layanan unggulan yang digencarkan Kemensos di NTT adalah operasi katarak gratis untuk 22 kabupaten/kota di NTT. "Operasi serupa juga dilakukan di seluruh Sentra Kemensos di Indonesia. Layanan kita di NTT yang paling luar biasa melakukan operasi katarak, untuk 22 kabupaten/kota yang ada di NTT," jelasnya.
Supomo mengatakan karena opa-oma ini kalau sudah terkena katarak, akhirnya membuat ketergantungan kepada keluarganya tinggi sehingga mengakibatkan produktivitasnya menurun.
Supomo menyebut Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong kepala daerah membangun rumah singgah untuk lansia yang tidak punya sanak saudara. Ia juga menegaskan pemerintah pusat, daerah, dan lembaga sosial harus jadi mitra strategis dalam penanganan lansia.
"Pak Menteri juga mendorong kepala daerah untuk membuat rumah singgah, yang kemudian bisa menampung opa-oma yang kebetulan mereka tidak mempunyai sanak saudara. Pemerintah baik itu pusat maupun daerah bekerja sama dengan lembaga sosial selaku mitra strategis dalam menangani lansia-lansia yang ada," urainya.
Simak Video "Bercengkrama dan Pelajari Kehidupan Warga di Kupang"
(hsa/hsa)