Polisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah objek wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sidak dilakukan untuk memeriksa kelaikan fasilitas di tempat wisata untuk menjamin keselamatan pengunjung.
Sidak dilakukan seusai dua wisatawan Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), tewas terjatuh dari jembatan gantung yang lapuk di Wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, pada 24 Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Jumat (29/5/2026) sore, giliran Kepolisian Sektor (Polsek) Sano Nggoang melakukan sidak ke Wisata Seribu Air Terjun di Kampung Langgo, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat.
"Langkah ini merupakan bentuk evaluasi preventif sekaligus komitmen harkamtibmas kami di objek vital dan destinasi wisata jajaran Polres Manggarai Barat," kata Kapolsek Sano Nggoang, Ipda Risbel Pandiangan, dalam keterangannya.
Petugas dalam sidak itu menyusuri jalur treking yang terjal serta menguji langsung kelayakan fisik tangga dan jembatan kayu yang menjadi akses utama wisatawan untuk naik-turun di kawasan air terjun.
Risbel menegaskan aspek keselamatan (safety) dan keamanan (security) wisatawan merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh ditawar dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis alam. Ia menekankan pentingnya belajar dari kecelakaan yang menimpa dua turis Austria yang tewas terjatuh dari jembatan lapuk di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang
"Kami tidak ingin musibah masa lalu di Cunca Wulang terulang kembali di sini. Aspek safety dan security harus menjadi prioritas paling utama," tegas Risbel.
Berdasarkan hasil inspeksi, kondisi fasilitas di destinasi wisata tersebut terpantau cukup baik dan aman. Pihak pengelola, kata Risbel, juga selalu melakukan penggantian jembatan kayu secara berkala apabila ditemukan bagian yang mulai rusak
Risbel mengimbau pengelola destinasi wisata itu melakukan pemeliharaan rutin tanpa harus menunggu adanya kerusakan fasilitas yang parah. Baginya, deteksi dini kerusakan infrastruktur penunjang adalah kunci utama untuk mewujudkan nihil kecelakaan (zero accident).
"Infrastruktur kayu di alam terbuka sangat rentan terhadap pelapukan akibat cuaca yang berubah-ubah. Kami menyarankan pengelola untuk menjadwalkan pemeriksaan kekuatan struktur jembatan dan tangga secara rutin setiap hari sebelum jam operasional dibuka," ujar Risbel.
Sehari sebelumnya, anggota Polsek Komodo bersama Pemerintah Kecamatan Boleng dan Pos TNI Boleng memeriksa kelaikan fasilitas Objek wisata alam Danau Sano Limbung di Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat.
Hasilnya ditemukan tangga kayu di objek wisata itu dalam kondisi lapuk. Tangga kayu itu menjadi satu-satunya akses wisatawan untuk menikmati panorama danau. Objek wisata itu kini ditutup sementara.
"Penutupan ini bersifat sementara sembari menunggu pihak pengelola melakukan perbaikan fasilitas secara menyeluruh agar layak dan aman digunakan kembali," kata Kapolsek Komodo, AKP Eka Darma Yuda, Jumat (29/5/2026).
(hsa/hsa)










































