Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan beragam kendala dalam pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kendala ini berhubungan dengan lokasi lahan yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
Dody mengatakan ada dua lahan yang diusulkan Pemprov NTB untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat di Bima. Luasnya masing-masing 13 hektare dan 18 hektare. "Cuma aksesnya agak challenging (menantang)," ungkap Dody saat mengecek lokasi pembangunan sekolah rakyat di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Jumat (29/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Dody menjelaskan, jalan menuju lahan pembangunan sekolah rakyat juga cukup jauh, yakni sekitar 3-4 kilometer (km) dari perkampungan. Kondisi tersebut sama seperti di Brebes, Jawa Tengah (Jateng).
"Ribet itu, aksesnya panjang harus melewati kampung. Mesti pindahin tiang listrik dan kandang (sapi) warga. Macam-macamlah. Kondisinya mirip-mirip di Brebes," jelas pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) itu.
Kendala lain yang diungkapkan Dody adalah lokasi lahan cukup yang dekat dengan aliran sungai. Ia khawatir akan terjadi banjir saat musim hujan sehingga berdampak ke sekolah rakyat.
"Ada beberapa pekerjaan rumah (PR) besar kami. Pemerintah pusat dan daerah harus beresin dahulu (kendala) sebelum dimulai pembangunan," ungkap Dody.
Meski demikian, Dody optimistis kendala yang dihadapi tersebut dapat diselesaikan. Ke depan, KemenPU akan terus berkoordinasi dengan Pemprov NTB, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima untuk bersama-sama membahasnya.
"Bagus sih lahannya, besar bisa untuk 3.000 orang, tetapi kendalanya nggak ringan. Insyaallah bisa diselesaikan. Kami diskusikan lagi dengan gubernur dan bupati untuk menyelesaikan," imbuh Dody.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan beragam kendala pembangunan sekolah rakyat di Bima akan segera dicarikan solusi dan alternatif oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB serta Dinas Sosial (Dinsos) NTB.
Menurut Iqbal, ada dua masalah yang menjadi catatan Dody terkait kendala pembangunan sekolah rakyat di Bima. Kendala pertama adalah akses jalan untuk pengangkutan material. Kedua, lokas yang dekat dengan sungai.
"Tadi Pak Menteri sudah memerintahkan pihak BWS dan jajaran Kementerian PU untuk mempelajari kondisi sungai sehingga bisa mengalirkan air banjir langsung ke laut," jelas Iqbal.
(hsa/hsa)










































