Sungai Talau di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral lantaran tercemar. Pencemaran diduga akibat aktivitas penggalian sirtu untuk proyek AMP mol batu di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu.
Postingan akun Instagram @belu_update menarasikan sudah lebih dari satu bulan warga mengaku air di Kali Talau berubah warna keruh setiap pagi hingga sore hari. Hal itu mengakibatkan aktivitas mandi dan mencuci terganggu karena air berubah warna.
"Diduga akibat aktivitas excavator penggalian sirtu untuk proyek AMP mol batu di Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Publik kini menunggu perhatian serius dari pihak terkait untuk mengecek langsung kondisi di lapangan," demikian narasi dalam akun tersebut, dikutip detikBali, Jumat (29/5/2026).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, mengatakan dugaan pencemaran sungai itu sedang dimonitoring. Monitoring dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Belu.
"Sudah kami monitor. Unit Tipidter Polres Belu sementara mengecek ke lokasinya," kata Rachmat.
Sementara itu, Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Yusran, menjelaskan anggotanya juga masih mengecek ke lokasi. Menurutnya, eksavator tersebut berada di Kecamatan Tasifeto Barat. Namun, pencemarannya bisa berdampak terhadap warga di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur.
"Cuman AMP yang beroperasi di situ berada di wilayah Tasifeto Barat, tetapi berdampak bagi masyarakat Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur," jelas Yusran.
Kapolsek Tasifeto Barat, Ipda Maxi Disyon Imanuel Ninu, setali tiga uang. Namun, ia mengaku sungai tersebut berhilir di Kecamatan Tasifeto Timur. "Saya minta Kanit Intel cek dahulu," kata Maxi.
Simak Video "Video Sungai di Serpong Tercemar Usai Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel"
(hsa/hsa)