Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat menggelar ritual adat Congko Wakar di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ritual adat tersebut digelar tepat di lokasi dua turis Austria yang tewas terjatuh dari jembatan gantung di destinasi wisata populer Labuan Bajo itu.
Prosesi Congko Wakar dipimpin oleh tetua adat Kampung Wersawe, Thomas Pura, pada Selasa (26/5) sore. Bagi masyarakat Manggarai Barat, ritual tersebut bertujuan untuk memohon kepada leluhur agar peristiwa serupa tidak terulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, untuk 'mengangkat' dan mengantar jiwa atau roh kedua wisatawan asal Austria yang tewas itu kembali ke daerah asal mereka dengan tenang," ujar Thomas dalam keterangannya.
"Kedua, ritual itu sebagai bentuk permohonan kepada para leluhur agar peristiwa duka dan kecelakaan serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang," imbuhnya.
Prosesi Congko Wakar diawali di compang atau mezbah adat Wersawe. Di tempat ini, Thomas memohon izin kepada para leluhur dengan mempersembahkan sebutir telur yang telah didoakan sembari menyalakan sebatang lilin.
"Izin kepada leluhur perlu dilakukan, sehingga acara ini bisa berjalan lancar," kata Thomas.
Dari compang adat, prosesi berlanjut menuju lokasi utama atau tempat kedua turis asing tewas terjatuh di Cunca Wulang. Seekor ayam jantan putih digunakan sebagai sarana persembahan di lokasi tersebut.
"Ayam berwarna putih itu melambangkan kesucian dan kebersihan hati," jelas Thomas
Kepala Dinas Parekrafbud Manggarai Barat, Peter A Rasyid, menjelaskan acara adat ini digelar setelah berkoordinasi dengan aparat berwenang. Sebab, tempat kejadian perkara (TKP) masih dalam proses penyelidikan dan telah dipasang garis polisi (police line).
"Tempat ini sebenarnya masih dipasangi police line. Tapi sesuai petunjuk dari pihak berwenang, kegiatan bisa kita lakukan dengan catatan kita tidak masuk di dalam area yang telah dipasangi garis polisi dan tidak merusak kondisi di TKP," kata Peter.
Peter berharap pariwisata Cunca Wulang dapat kembali pulih sehingga membawa berkah baik bagi para wisatawan maupun warga lokal. Saat ini, destinasi wisata tersebut ditutup sementara pascainsiden tewasnya dua turis Austria seusai terjatuh dari jembatan gantung.
Diketahui, dua turis asing asal Austria tewas terjatuh dari jembatan gantung di Air Terjun Cunca Wulang pada 24 Mei lalu. Kedua korban diketahui merupakan pasangan suami istri bernama Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57).
Jurgen dan Astrid terjatuh akibat jembatan gantung setinggi sekitar 20 meter yang mereka lalui menuju lokasi air terjun ambruk. Hasil investigasi polisi, jembatan itu dalam kondisi lapuk dan tak layak digunakan.
(iws/iws)










































