Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diguyur hujan saat tiba di lapangan SD Inpres Oelamopu, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tadi siang. Gibran meninjau jalan rusak hingga Jembatan Termanu dan Kapsali di Desa Manubelon yang putus total.
Berdasarkan video berdurasi 46 detik, Gibran bersama rombongan tampak memegang payung saat menginjakkan kaki di lapangan SD Inpres Oelamopu. Dari lokasi pendaratan, Gibran kemudian dikawal ketat menuju sejumlah titik untuk mengecek langsung kondisi jalan dan jembatan yang rusak.
Kedatangan putra Presiden ke-7 Joko Widodo itu disambut antusias warga. Sejumlah warga terdengar berteriak memanggil nama Gibran saat rombongan melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas Gibran, Mas Gibran," teriak seorang perempuan dalam video viral tersebut.
Mahasiswa asal Amfoang, Seprianus Bani, membenarkan momen kedatangan Gibran saat hujan turun. Menurut dia, Gibran tiba sekitar pukul 13.00 Wita.
"Ya betul, tadi Pak Gibran tiba itu hujan, makanya pakai payung itu," ujar Seprianus saat dihubungi detikBali, Jumat.
Setelah tiba, Gibran disambut dengan tarian adat Amfoang. Selanjutnya, ia langsung menuju Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali di Desa Manubelon untuk melihat kondisi infrastruktur yang rusak.
"Habis dari situ dia menyapa anak-anak SD lalu berdialog bersama masyarakat setempat," tutur Seprianus.
Dalam dialog itu, menurut Seprianus, Gibran meminta masyarakat bersabar terkait pembangunan jalan dan dua jembatan tersebut yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Tadi beliau sampaikan untuk masyarakat tetap bersabar dan setiap keluhan masyarakat seperti jalan dan jembatan, itu tanggung jawab negara," jelas Seprianus.
"Kemudian terkait pembangunan sumur bor dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pratama Amfoang, itu juga tadi langsung dijawab oleh Pak Gubernur NTT," sambung Seprianus.
Selain itu, Seprianus menyebut sejumlah desa di Amfoang yang belum teraliri listrik juga menjadi perhatian Gibran dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.
"Kami bersyukur karena tuntunan kami mahasiswa semua diterima dan ditindaklanjuti oleh beliau (Gibran)," pungkas Seprianus.
(dpw/dpw)










































