Terungkapnya pembunuh pria yang mayatnya tinggal tulang belulang di hutan Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu peristiwa paling menarik perhatian sepekan terakhir. Pria tersebut dihabisi oleh dua anak kandung dan seorang anak tirinya.
Selain peristiwa itu, ada sederet peristiwa populer lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT. Di Lombok Timur, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Selong akan membayarkan dana jaminan hari tua (JHT) total Rp 844 juta kepada para kepala desa yang purnatugas atau pensiun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada sebanyak 87 mantan kades yang akan menerima.
Kemudian, di Mataram, suasana sidang kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, ricuh di Pengadilan Negeri (PN) Mataram memanas. Keluarga korban bersitegang dengan kuasa hukum terdakwa Radiet Adiansyah yang tergabung dalam tim Hotman 911.
Sementara itu, kobaran api melahap Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT, Rabu (13/5/2026). Di tengah kepanikan itu, Suster Marisa Da Costa nekat menerobos demi menyelamatkan seorang bayi berusia 5 bulan.
Berikut rangkuman peristiwa populer selama sepekan terakhir dalam rubrik Nusra Sepekan di detikBali.
Tiga Anak Bunuh Ayah
Polisi mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap pria bernama Antonius Nana (47), ternyata dilakukan oleh tiga anaknya, yakni YDA (27), ADN (18), dan AN (17). YDA berstatus sebagai anak tiri, sedangkan ADN dan AN sebagai anak kandung.
Jasad Antonius ditemukan hanya menyisakan tengkorak di dalam hutan, tepatnya di Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (12/5/2026).
"Para pelaku merupakan anak tiri dan anak kandung dari korban. Semuanya sudah kami amankan di Polres Malaka," ujar Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Dominggus Duran kepada detikBali, Sabtu (16/6/2026).
Dominggus menuturkan pembunuhan itu bermula saat Antonius baru datang dari Malaysia pada Selasa (28/4/2026). Saat tiba, ia terlibat pertengkaran dan mengeluarkan kata-kata tak senonoh terhadap istrinya, Leonarda Belak.
Melihat hal itu, YDA lantas menegur Antonius. Tak terima dengan hal itu, Antonius langsung memukul YDA hingga keduanya saling memukul. Setelah itu, mereka bubar dan Antonius pergi meninggalkan rumahnya.
Keesokan harinya sekitar pukul 01.00 Wita, Antonius pulang kembali ke rumahnya. Saat tiba, ia terlibat cekcok lagi dengan YDA. Dalam perkelahian itu, YDA melempar Antonius dengan sebuah balok dan mengenainya di bagian leher hingga jatuh tersungkur.
Saat terjatuh, ADN langsung menendang Antonius lalu mereka turut menganiaya Antonius hingga pingsan. Selanjutnya, mereka menggotong tubuh Antonius ke belakang rumah yang berjarak sekitar 500 meter untuk dikuburkan.
"Jadi mereka bawa sama-sama ke belakang rumah yang ada kali mati. Niatnya bawa parang dan linggis untuk mengubur korban," tutur mantan Kasat Reskrim Polres Nagekeo itu.
Saat tiba di kali mati tersebut, YDA melihat ayah tirinya itu masih hidup. Ia langsung mengambil sebilah parang yang dibawanya lalu menggorok leher Antonius sebanyak dua kali hingga tewas.
Saat Antonius dipastikan sudah meninggal, ketiga anaknya itu langsung menggali lubang untuk menguburnya. Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah warga melakukan pencarian di sekitar lokasi.
"Saat itu merlihat bapaknya itu masih hidup sehingga anak pertama itu (YDA) ambil parang lalu gorok lehernya dua kali sampai meninggal. Kemudian mereka langsung kubur," pungkas Dominggus.
Diberitakan sebelumnya, jasad Antonius menyisakan tulang belulang di dalam hutan, tepatnya di Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Malaka, NTT.
Simak Video "Video Mau Antar Sound System Nikahan, Perahu Ini Malah Tenggelam"
(hsa/nor)