3 Anak Bunuh Ayah di NTT, Jasad Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional

3 Anak Bunuh Ayah di NTT, Jasad Ditemukan Tinggal Tengkorak

Tim detikBali - detikSumut
Sabtu, 16 Mei 2026 22:30 WIB
Polisi melakukan olah TKP penemuan tengkorak manusia di hutan Desa Meotroi, Keamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT. (Foto: Dok. Polres Malaka)
Foto: Polisi melakukan olah TKP penemuan tengkorak manusia di hutan Desa Meotroi, Keamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT. (Foto: Dok. Polres Malaka)
Malaka -

Kasus pembunuhan sadis terjadi di Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria bernama Antonius Nana (47) ditemukan tinggal tengkorak di dalam hutan. Pelaku pembunuhan yakni tiga anak korban.

Ketiga pelaku yakni YDA (27), ADN (18), dan AN (17). YDA berstatus sebagai anak tiri, sedangkan ADN dan AN sebagai anak kandung. Jasad Antonius ditemukan tinggal hanya menyisakan tengkorak di dalam hutan, tepatnya di Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Selasa (12/5/2026).

"Para pelaku merupakan anak tiri dan anak kandung dari korban. Semuanya sudah kami amankan di Polres Malaka," ujar Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Dominggus Duran dilansir detikBali, Sabtu (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dominggus menjelaskan, pembunuhan bermula saat korban baru tiba dari Malaysia Selasa (28/5/2026). Saat tiba di rumah, korban dan istrinya, Leonarda Belak, terlibat cekcok hingga mengeluarkan kata-kata tak senonoh.

YDA pun menegur Antonius namun Antonius tak terima dan memukul YDA. Keduanya pun saling pukul hingga akhirnya Antonius pergi meninggalkan rumah.

ADVERTISEMENT

Besoknya sekitar pukul 01.00 Wita, Antonius pulang dan kembali cekcok dengan YDA bahkan berkelahi. YDA melempar korban dengan balok hingga tersungkur.

Saat korban terjatuh tersangka ADN menendang korban dan turut menganiaya korban hingga pingsan. Lalu mereka menggotong utbuh korban ke belakang rumah untuk dikubur.

"Jadi mereka bawa sama-sama ke belakang rumah yang ada kali mati. Niatnya bawa parang dan linggis untuk mengubur korban," tutur mantan Kasat Reskrim Polres Nagekeo itu.

Namun saat tiba di kali mati tersebut, ternyata korban masih hidup. YDA yang mengetahui itu langsung menggorok leher korban dengan parang sebanyak dua kali hingga korban tewas.

Kemudian usai memastikan korban tewas, ketiganya mengubur korban. Kasus terungkap saat warga mencari korban di sekitar lokasi.

"Saat itu merlihat bapaknya itu masih hidup sehingga anak pertama itu (YDA) ambil parang lalu gorok lehernya dua kali sampai meninggal. Kemudian mereka langsung kubur," pungkas Dominggus.

Jasad Antonius ditemukan di dalam hutan tinggal tengkorak.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads