Banjir menerjang Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/4/2026) pukul 16.00 Wita. Akibatnya, sebanyak 114 rumah dilaporkan terendam.
"(Banjir) Lamahora Selatan RT 23-25 data sementara sekitar 14 rumah terdampak, RT 17/RW 3 sekitar 50 unit rumah, dan sekitar rumah om Nar Seda kurang lebih 50-an rumah," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata, Andris Koban.
Andris mengatakan kondisi ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby. Gelombang tersebut berpotensi pada cuaca sampai 4 Mei 2026.
Menurut Andris, hujan terjadi di daerah perbukitan selatan Kota Lewoleba sehingga menyebabkan Banjir di beberapa lokasi. Hasil identifikasi tim BPBD Lembata yang masih di lokasi terdampak, intensitas banjir terjadi di 22 jalur banjir dalam kota.
Banjir paling utama terjadi di Jalur Komak, Jalur Leta, Jalur Ketalo, Jalur Kahaona, dan Jalur Waikerit, dan Jalur Mukeona. Berbagai jalur ini mempunyai jalur panjang dari puncak perbukitan serta sebagai jalur induk dari jalur jalur kecil yang mengumpul. Menurut Adris, dari 22 jalur banjir, hanya Jalur Komak yang sampai ke laut. Sedangkan 21 jalur lainnya bermuara di kota.
Andris mengatakan banjir ini dipicu cuaca ekstrem dan kondisi deforestasi di wilayah hulu pada masing masing jalur. Selain itu, juga karena wilayah resapan yang berkurang, pemanfaatan bantaran kali untuk pemukiman, tidak adanya polder banjir untuk 22 jalur.
Menurut Andris, berbagai situasi ini ditambah dengan resistansi banjir oleh komunitas kota yang lemah. Hal ini memicu kerentanan yang tinggi apabila hujan melebihi satu jam, terutama di malam hari.
"Rata-rata dampak pada kejadian sore hari ini berupa tergenangnya rumah penduduk dengan beberapa perabot rumah tangga. Fasilitas umum berupa kantor kelurahan dan robohnya pagar barat kantor bupati sepanjang 100 meter," ungkap Andris.
Simak Video "Menyaksikan Pesona Alam Tamarind Beach, Sumba"
(hsa/hsa)