detikBali

Pasien Timor Leste Pilih Berobat ke Kupang daripada Singapura-Malaysia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pasien Timor Leste Pilih Berobat ke Kupang daripada Singapura-Malaysia


Simon Selly - detikBali

Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau pasien-pasien di RSUP Ben Mboi Kupang, Kamis (23/4/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau pasien-pasien di RSUP Ben Mboi Kupang, Kamis (23/4/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Direktur RSUP Ben Mboi Kupang Robinson Gunawan Fanggidae menyebut rumah sakit yang dipimpinnya kini jadi rujukan utama pasien dari Timor Leste. Dia mengeklaim pasien negara tetangga itu lebih memilih RSUP Ben Mboi ketimbang berobat ke Malaysia atau Singapura.

"Karena menurut mereka ke Singapura dan Malaysia itu jauh dan mahal," kata Robinson mengungkapkan jawaban pasien Timor Leste ketika ditanyai oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke RSUP Ben Mboi, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Robinson, popularitas Ben Mboi di Timor Leste cukup tinggi. Maka. banyak masyarakat Timor Leste yang mengakses kesehatan di RSUP Ben Mboi Kupang.

ADVERTISEMENT

"Makanya tadi Pak Menkes tanya sama mereka tahu dari mana Ben Mboi, mereka banyak tahu dari saudaranya, bahkan menurut mereka Ben Mboi itu sudah sangat populer di Timor Leste," ulas dia.

RSUP Ben Mboi Kupang, Robinson melanjutkan, menunjukkan perkembangan pesat sebagai rumah sakit rujukan internasional. "Dalam kurun Januari-Maret 2026, rumah sakit ini sudah melayani 400 pasien rawat jalan dari luar negeri," lanjut dia.

Direktur RSUP Ben Mboi Kupang dr Robinson Gunawan Fanggidae menyampaikan apresiasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas capaian tersebut.

Selain pasien dari Timor Leste, RSUP Ben Mboi juga menangani warga negara asing lain yang berada di NTT. Fokus pengembangan RSUP Ben Mboi ke depan adalah layanan kanker. Robinson menjelaskan dalam kunker Menkes meninjau ruang kemoterapi radiasi dan meminta alat segera diturunkan di RSUP Ben Mboi.

Robinson menjelaskan alat yang dimaksud adalah CT Simulator Linac untuk kemoterapi radiasi. Harganya mencapai puluhan miliar rupiah. Jika terpasang, Ben Mboi jadi satu-satunya rumah sakit paripurna di di Indonesia Timur.

"Karena kalau ada alat itu CT Simulator Linac alat untuk kemoterapi radiasi di Ben Mboi, maka itu satu-satunya di Indonesia Timur dan pasti akan membuat kunjungan di Ben Mboi itu pasti akan lebih tinggi, kenapa demikian karena di Timor Leste belum ada alat itu," terangnya




(hsa/nor)










Hide Ads