detikBali

TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari, Ini Sikap Gubernur Laka Lena

Terpopuler Koleksi Pilihan

TN Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari, Ini Sikap Gubernur Laka Lena


Simon Selly - detikBali

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat diwawancarai awak media, Kamis (9/4/2026).
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung pembatasan kuota 1.000 wisatawan per hari ke Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, di tengah gelombang protes atas kebijakan tersebut.

Laka Lena mengatakan, ia telah menerima laporan terkait aksi demonstrasi yang muncul akibat pembatasan wisatawan ke TN Komodo.

"Kami sudah melihat demonstrasi dan sudah mengecek teman-teman yang dulu memproses kesempatan ini dan mendengarkan juga dari Pemerintah Pusat. Menurut saya, kita harus mempertimbangkan apa yang menjadi kesepakatan yang lalu sebelum kita melakukan proses perbaikan yang sudah diputuskan," ujar Laka Lena, Rabu (15/4/2026) di Kantor Gubernur NTT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mendukung, Laka Lena menegaskan kebijakan tersebut tetap harus dievaluasi.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut evaluasi penting untuk memastikan kebijakan ini tidak merugikan masyarakat Labuan Bajo dan Manggarai Barat, terutama di sektor pariwisata.

Selain itu, kebijakan ini juga berkaitan dengan kepentingan konservasi yang diinginkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Itu juga berkorelasi dengan konservasi yang ingin pemerintah pusat, melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bahwa konservasi tentang alam juga terjaga dengan baik. Dari dua titik ini juga kemudian kita lihat ke depan, apakah kesepakatan ini perlu ditinjau atau diteruskan," jelasnya.

Terkait teknis penerapan kuota 1.000 orang per hari, ia menyebut hal itu masih harus disepakati bersama. Namun pada tahap awal, kuota tersebut dinilai perlu diterapkan sambil dievaluasi.

"Menyangkut seribu orang, nanti harus disepakati bersama bagaimana teknis seribu orang per hari itu. Untuk seribu orang untuk tahap pertama ini mestinya bisa dipraktekkan dan dievaluasi secara baik," lanjut politikus Golkar tersebut.

Menurutnya, pembatasan ini juga diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama di Labuan Bajo.

"Ini juga maksud baik sebenarnya, agar orang ke Labuan Bajo bisa lebih lama, jadi sebelum dia masuk ke tempat tersebut kan dia bisa ke tempat wisata lain di Labuan Bajo yang cukup banyak," tutupnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads