detikBali

ASN Mataram Ramai Gowes, Dishub Akui Sulit Tentukan Jalur Sepeda

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

ASN Mataram Ramai Gowes, Dishub Akui Sulit Tentukan Jalur Sepeda


Nathea Citra - detikBali

Parkiran sepeda gowes maupun sepeda listrik para pegawai Pemkot Mataram, Senin (6/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Parkiran sepeda gowes maupun sepeda listrik para pegawai Pemkot Mataram, Senin (6/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Tren pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram yang mulai beralih menggunakan sepeda atau gowes untuk berangkat kerja belum diimbangi dengan ketersediaan jalur khusus. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram tengah mengkaji kelayakan jalur sepeda di sejumlah ruas jalan.

"Kami kaji dulu. Berapa lebar ruasnya, kemudian jalan apa yang kita mau pakai. Apakah itu jalan provinsi atau jalan nasional, karena harus ada izin yang dikantongi. Kalau itu jalan provinsi, kita harus izin ke provinsi, tapi kalau itu jalan nasional, harus ada izin dari balai jalan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui hingga saat ini penentuan jalur sepeda masih terkendala pola penggunaan yang belum terarah. Pengguna sepeda di Mataram dinilai masih sporadis sehingga sulit menentukan rute khusus.

"Sekarang yang perlu kami tahu pertama kali, ke mana arah tujuan perjalanannya. Kalau masih sporadis, terus terang agak kesulitan kami mencari jalur sepedanya. Karena tidak mungkin semua jalur kami jadikan jalur sepeda," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sembari menunggu kajian rampung, Dishub mengimbau para pesepeda untuk tetap berhati-hati dan menggunakan sisi kiri jalan serta saling menghormati dengan pengguna jalan lainnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub juga akan menurunkan petugas di sejumlah titik rawan.

"Sementara ini, kami akan amankan titik-titik yang simpul-simpul, bukan di pinggir-pinggir jalan. Kami harapkan (pengguna jalan) sama-sama sadar dalam penggunaan ruas jalan, baik pesepeda maupun pengendara roda dua atau roda empat," terangnya.

Di sisi lain, Zulkarwin memberikan tips bagi pegawai Pemkot Mataram agar tidak terkena macet ketika menuju kantor.

"Supaya lebih santai di perjalanan, bisa (berangkat) jam 6 pagi atau setengah jam 7. Tapi saya rasa bisa lah (ASN) mengatur waktu biar tidak terburu-buru," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Mataram bakal mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Mataram untuk beralih menggunakan sepeda dayung untuk berangkat kerja. Langkah ini dilakukan untuk menekan konsumsi BBM serta efisiensi belanja pegawai.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana menuturkan tengah mengkaji penggunaan sepeda kayuh bagi pegawai Pemkot Mataram. Mengingat, banyak pegawai yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari lokasi kerja.

"Untuk para pegawai yang jarak tempuhnya cukup jauh dari kantor ke tempat tinggal, akan kami carikan alternatifnya. Alternatif ini yang nanti akan saya sampaikan," kata Mohan, sebelumnya.



(nor/nor)










Hide Ads