Cerita sedih dan pilu dialami Sri Naningsih, seorang perawat IGD RSUD Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia tak menyangka pasien tewas kecelakaan masuk IGD yang ditangani ternyata anak kandungnya bernama Muhammad Aqil Natsir.
Kisah tersebut menyita perhatian publik dan videonya viral. Dalam video yang beredar, Sri yang masih mengenakan seragam putih-putih terlihat menangis histeris di tengah kerumunan saat menaiki mobil ambulans. Tak lama setelah itu disusul jenazah yang diangkat oleh sejumlah orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kejadian beberapa hari yang lalu. Kalau tidak salah, Selasa (31/2/2026) kemarin. Lokasinya di depan RSUD Bima," ucap Direktur RSUD Bima, Ihsan, dikonfirmasi detikBali, Jumat (3/4/2026).
Ihsan mengakui video yang menangis histeris tersebut adalah Perawat IGD RSUD Bima bernama Sri Naningsih. Yang bersangkutan syok mengetahui anak kandungnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
"Kebetulah perawat ini merupakan ibu kandung dari korban kecelakaan. Kondisinya kritis dan nyawanya tak tertolong saat masuk IGD," terang Ihsan.
Tewas Usai Tabrak Mobil Logistik MBG
Kasat Lantas Polres Bima Kota IPTU Bambang Tedy mengaku Muhammad Aqil Natsir merupakan korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.
"Korban kecelakaan yang terjadi pada Selasa (31/3) sekitar pukul 13.00 Wita," kata Tedy.
Insiden itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor N-Max dengan nomor polisi EA 2879 SX melaju dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di TKP, korban tiba-tiba menabrak mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) dikemudikan inisial MAM.
"Menabrak mobil logistik MBG yang keluar dari dapur MBG menuju jalan raya," katanya.
Insiden itu menyebabkan korban terpental dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Berdasarkan hasil olah TKP sementara dan keterangan saksi, motor tidak dapat menghindari mobil logistik MBG yang keluar dari dari area Dapur menuju jalan utama.
"Korban masih di bawah umur atau statusnya masih pelajar," terang Tedy.
Dengan adanya kejadian itu, Tedy mengingatkan para orang tua untuk tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur. Karena bisa berakibat fatal untuk diri sendiri dan membahayakan keselamatan orang lain di jalan raya.
"Kami menghimbau seluruh orang tua agar tidak memanjakan anaknya dengan memberikan sepeda motor sebelum cukup umur dan belum memiliki kemampuan berkendara yang baik," tandasnya Tedy.
(nor/nor)