Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menetapkan tiga calon direksi baru PT Gerbang NTB Emas (PT GNE). Penetapan ini berdasarkan hasil panitia seleksi (pansel) melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 500/147/GUB.17/2026 tentang Penetapan Calon Direksi PT Gerbang NTB Emas tertanggal 17 Maret 2026.
Iqbal, dalam SK tersebut, menetapkan Yuyud Indrayudi sebagai calon Direktur Utama PT GNE, calon direktur keuangan adalah Sulman, dan calon direktur operasional, yakni Suhaimi.
Penetapan tiga calon direksi ini merupakan hasil akhir tahapan seleksi dan akan disahkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT GNE seusai Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gubernur sudah menandatangani SK penetapan calon direksi PT GNE. Untuk selanjutnya akan disahkan melalui RUPS," kata Sekretaris Pansel PT GNE, Riduan Mas'ud, Kamis malam (19/3/2026).
Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, Izzuddin Mahili, menegaskan proses pemilihan direksi telah melalui seleksi yang ketat dan komprehensif dengan mempertimbangkan pengalaman, kompetensi, serta integritas masing-masing kandidat.
Ketiga figur yang dipilih sebagai calon diharapkan mampu membawa arah baru bagi PT GNE sebagai perusahaan daerah yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Yuyud Indrayudi yang dipilih sebagai calon Direktur Utama PT GNE disebutkan memiliki pengalaman panjang di sektor pertambangan dan pengembangan masyarakat. Karier profesionalnya ditempa di PT Newmont Nusa Tenggara dan berlanjut di PT Amman Mineral Nusa Tenggara, serta PT Sumbawa Timur Mining.
"Yang bersangkutan memiliki pengalaman kuat di sektor industri pertambangan serta pengembangan masyarakat, dengan latar belakang pendidikan multidisipliner yang mendukung perspektif strategis dalam memimpin perusahaan," kata Izzuddin.
Sementara itu, calon Direktur Keuangan PT GNE dipercayakan kepada Sulman. Menurut Izzuddin, Sulman adalah seorang profesional di bidang perbankan yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade.
Sulman diketahui pernah menduduki berbagai posisi strategis di PT Bank KB Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Branch Manager di PT Bank Mega Syariah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat fondasi keuangan PT GNE ke depan.
"Dengan kompetensi di bidang manajemen risiko dan pengelolaan keuangan, kami harapkan mampu menjaga stabilitas finansial serta meningkatkan akuntabilitas kinerja perusahaan," tutur Izzuddin.
Adapun posisi calon Direktur Operasi PT GNE diisi oleh Suhaimi. Ia diketahui memiliki pengalaman lintas sektor, mulai dari perusahaan teknologi global hingga proyek energi dan pertambangan.
Dikatakan Izzuddin, Suhaimi pernah terlibat dalam berbagai proyek kelistrikan berskala besar serta menjabat sebagai Electrical and Maintenance Manager.
"Ia memiliki pengalaman teknis dan operasional yang kuat sehingga diharapkan mampu memperkuat efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan secara berkelanjutan," ungkap Izzuddin.
Izzuddin menegaskan penetapan calon direksi baru ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov NTB dalam mendorong transformasi PT GNE agar memiliki tata kelola perusahaan yang lebih matang. Diketahui PT GNE kini difokuskan pada usaha bidang konstruksi bangunan.
PT GNE diproyeksikan memiliki bisnis yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Ke depan, kami berharap PT GNE tidak hanya tumbuh sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kepercayaan publik melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel," jelas Izzuddin.