Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram memetakan beberapa jalur alternatif di sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu dilakukan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas saat pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di ruas jalan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pawai ogoh-ogoh akan berlangsung pada Rabu (18/3). Ia mengimbau warga yang hendak menonton pawai ogoh-ogoh untuk mengakses gang-gang kecil di sekitar Jalan Pejanggik.
"Kami imbau kepada warga yang ingin menonton ogoh-ogoh agar menggunakan jalur-jalur kolektor atau gang-gang kecil untuk memasuki lokasi pawai. Karena jalur utamanya ditutup sampai kegiatan pawai selesai," kata Zulkarwin, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkarwin menjabarkan sejumlah jalur alternatif untuk menghindari kemacetan saat pawai ogoh-ogoh di Jalan Pejanggik. Misalkan dengan mengakses Jalan Bung Hatta ke arah selatan, lalu ke arah utara di Jalan Terusan Bung Hatta. Bisa pula melalui Jalan Transito hingga Jalan Sriwijaya, Mataram.
Dishub Mataram, dia berujar, akan mengerahkan puluhan personel untuk membantu kepolisian mengurai kemacetan selama pawai ogoh-ogoh berlangsung. "Nanti ada tim Dishub yang mengurai kemacetan selama pawai ogoh-ogoh," jelasnya.
Kasatlantas Polresta Mataram AKP Muhammad Puteh Rinaldi menjelaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan saat pawai ogoh-ogoh di Mataram. Adapun, simpang empat Jalan Pejanggik akan ditutup dan dialihkan ke Jalan Hos Cokroaminoto hingga Jalan Tumpang Sari.
"Di sepanjang ruas jalan yang mengarah ke Jalan Pejanggik akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 08.00-18.00 Wita," kata Puteh.
"Diimbau kepada seluruh semeton Mataram menggunakan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.
(iws/iws)










































