detikBali

Gempa NTT Mulai Reda, Tanggap Darurat 3 Kabupaten Diperpanjang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gempa NTT Mulai Reda, Tanggap Darurat 3 Kabupaten Diperpanjang


Simon Selly - detikBali

Sekda Fransiskus Sales Sodo diwawancarai usai sidang paripurna DPRD NTT, Jumat (18/9/2026).
Sekda Fransiskus Sales Sodo diwawancarai usai sidang paripurna DPRD NTT, Jumat (18/9/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Fransiskus Sales Sodo menyebut intensitas gempa bumi di Flores mulai berkurang. Meski kondisi berangsur membaik, status Tanggap Darurat Bencana di tiga kabupaten terdampak tetap diperpanjang hingga 27 September 2026.

Perpanjangan status tanggap darurat berlaku di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Pemerintah kini lebih berkonsentrasi pada pemenuhan pelayanan dasar bagi warga terdampak.

Hal itu disampaikan Fransiskus terkait perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana gempa Flores.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perpanjangan Tanggap Darurat Bencana ini kan kita perpanjangan, pertimbangan mendasarnya karena ada tiga kabupaten yang mengajukan untuk diperpanjang. Jadi perpanjangan kita lakukan. Tetapi konsentrasi kita tetap di tiga kabupaten yang ada Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo," jelas Fransiskus, Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 13 September hingga 27 September 2026.

Gempa dan Logistik Mulai Menurun

Fransiskus menjelaskan secara umum situasi kebencanaan sudah mulai membaik. Frekuensi gempa susulan menurun dan kebutuhan logistik darurat juga turun signifikan.

"Intensitas gempanya sudah mulai berkurang, dan logistik juga menurun sangat signifikan," katanya.

Ia juga memastikan seluruh bantuan yang ada di posko sudah disalurkan kepada warga terdampak.

"Informasi yang saya dapat sudah hampir tidak ada bantuan di posko, karena sudah didistribusikan semuanya," terangnya.

Saat ini, kata dia, fokus utama Pemprov NTT bukan lagi pada evakuasi, melainkan menjamin layanan dasar di tiga kabupaten terdampak paling parah.

"Karena konsentrasi kita saat ini masih hanya terhadap pelayanan dasar untuk ketiga kabupaten ini," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) NTT Jhoni Asadoma menegaskan perpanjangan status tanggap darurat merupakan keputusan yang wajar. Pasalnya, tingkat kerusakan di lapangan masih cukup parah.

"Perpanjangan itu di titik yang memang kerusakan akibat gempanya itu parah. Dengan hal itu sudah, sangat wajar kita perpanjangan masa tanggap daruratnya," kata Jhoni.

Ia menegaskan dengan perpanjangan ini, pemerintah berharap pemulihan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo bisa berjalan lebih maksimal, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga sebelum masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads