detikBali

Video Pemudik Ribut dengan Petugas Viral, Dishub NTB Buka Suara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Video Pemudik Ribut dengan Petugas Viral, Dishub NTB Buka Suara


Sanusi Ardi - detikBali

Tangkapan layar video ketika pemudik dan petugas jaga Pelabuhan Kayangan adu mulut, Sabtu, (14/3/2026).
Tangkapan layar video ketika pemudik dan petugas jaga Pelabuhan Kayangan adu mulut, Sabtu, (14/3/2026). (Foto: dok. Arif Rizal Muhaimin via detikBali)
Lombok Timur -

Video adu mulut antara peserta mudik gratis dan petugas jaga di Pelabuhan Kayangan viral di media sosial. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan keributan itu bukan dipicu masalah biaya penyeberangan.

Kepala Dishub NTB Ervan Anwar menegaskan tidak ada kendala pembayaran biaya penyeberangan untuk bus mudik gratis.

"Tidak ada itu kalau masalah transfer biaya. Justru operator penyeberangannya juga ikut menggratiskan," tegas Ervan kepada detikBali, Sabtu (14/3/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ervan, keributan terjadi akibat kesalahpahaman antara peserta mudik dan petugas di lapangan saat antre masuk kapal. Proses pemuatan kendaraan ke kapal memang membutuhkan waktu cukup lama.

ADVERTISEMENT

"Itu ada sedikit kesalahpahaman saja. Karena antre masuk kapal, durasinya antara 30 sampai 45 menit per kapal bahkan bisa juga lebih dari itu," ujar Ervan.

Ervan menjelaskan bus-bus mudik gratis tidak dapat langsung masuk dalam satu kapal secara bersamaan. Bus tersebut harus berbagi ruang dengan kendaraan lain yang juga mengantre di pelabuhan.

"Untuk bus mudik gratis tidak bisa sekaligus semuanya masuk dalam satu kapal karena ada juga bus dan kendaraan umum lainnya. Dibagi per operator biar merata kebagian dan lancar," jelas Ervan.

Ia menambahkan pihaknya akan mengevaluasi kejadian tersebut agar tidak terulang pada penyelenggaraan mudik berikutnya.

"Kami tetap akan evaluasi di tahun depan, dan ini menjadi catatan buat kami," imbuh Ervan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan agar bus mudik gratis tiba di Pelabuhan Kayangan pada pagi hari agar tidak bercampur dengan kendaraan komersial.

"Kami sudah usulkan supaya bus yang datang dari Mataram yang melayani mudik gratis supaya datang pada pagi hari supaya tidak bercampur dengan kendaraan komersial lain, sehingga proses pelayanan dan pengaturan kendaraan di pelabuhan dapat berjalan lebih tertata baik," kaya Erli.

Menurut Erli, jarak tempuh perjalanan membuat bus mudik gratis kerap tiba di pelabuhan bersamaan dengan kendaraan komersial.

"Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan bagi pengguna jasa," imbuh Erli.




(dpw/dpw)










Hide Ads