Banjir Terjang Hotel dan Homestay di Mandalika, Turis-turis Panik

Ahmad Viqi, Edi Suryansyah - detikBali
Selasa, 24 Feb 2026 22:34 WIB
Foto: Salah seorang WNA yang terdampak banjir di Kuta Mandalika, Selasa (24/2/2026). (Instagram@Lombokparadisereels)
Lombok Tengah -

Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak Senin (23/2/2026), menyebabkan sejumlah hotel dan homestay di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir, pada Selasa (24/2/2026) siang. Sejumlah turis asing yang menginap di sana tampak panik menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah Kawasan Mandalika. Rekaman terjangan banjir yang menunjukkan sejumlah orang berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang mereka beredar di media sosial (medsos).

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air dari perbukitan serta meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air, sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga.

Di Dusun Kuta I, pohon tumbang terjadi di depan Starbucks Kuta Mandalika dan langsung dilakukan pemotongan serta pembersihan oleh tim Basarnas bersama petugas di lapangan.

Selain itu, luapan air setinggi kurang lebih 60 cm merendam Jalan Gang Jivana Resort. Genangan juga terjadi di depan JM Hotel Kuta Lombok setinggi 20 cm serta di gang samping hotel mencapai 50 cm.

Di Dusun Baturiti, air menggenangi Jalan Gang Sriwulan setinggi 60 cm, Gang Yulis Homestay 20 cm, dan Gang Sawe 50 cm. Sementara di Dusun Mengalung, luapan air menyebabkan robohnya dinding salah satu rumah warga dan merendam beberapa unit kendaraan milik warga. Genangan setinggi 30 cm juga terpantau di Gang Bochan Hostel.

Kondisi serupa terjadi di Dusun Merendeng dengan genangan mencapai 60 cm di sejumlah pemukiman warga. Di Dusun Rangkap I, luapan air bercampur lumpur setinggi 60 cm terjadi di Jalan By Pass Pariwisata Kuta-Awang tepatnya di depan Dewi Homestay, serta 50 cm di Kampung Homestay.

Sementara di Dusun Sekar Kuning, luapan air bercampur lumpur juga terpantau di Jalan Raya By Pass Kuta tepatnya di depan RM Padang.

Kapolsek Kawasan Mandalika Iptu Kadek Angga Nambara, menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, terdapat kerugian materii berupa kerusakan bangunan warga, kendaraan terendam, serta sempat terganggunya arus lalu lintas di beberapa titik.

"Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang yang menyebabkan peningkatan debit air dan tersumbatnya drainase. Wilayah Desa Kuta memang menjadi salah satu titik yang rutin terdampak saat musim hujan dengan intensitas tinggi," kata Angga kepada detikBali, Selasa malam.

Hingga saat ini Angga berujar, kondisi air di sebagian besar titik terdampak telah berangsur surut dan arus lalu lintas mulai kembali normal. Ia menyebut, personel Polsek Kawasan Mandalika bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan genangan dan dekat aliran sungai maupun perbukitan, agar tetap waspada," ujarnya.

"Pastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat, hindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila hujan deras disertai petir terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork