detikBali

Batang Kelapa Jadi Tumpuan, 300 KK Terisolasi akibat Jembatan Putus di Lembar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Batang Kelapa Jadi Tumpuan, 300 KK Terisolasi akibat Jembatan Putus di Lembar


M Zahiruddin - detikBali

Momen warga dan lansia menyeberang sungai lewat jembatan darurat batang pohon kelapa di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Rabu (25/2/2026).
Momen warga dan lansia menyeberang sungai lewat jembatan darurat batang pohon kelapa di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Rabu (25/2/2026). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Empat batang pohon kelapa kini menjadi satu-satunya tumpuan ratusan warga untuk menyeberang setelah jembatan penghubung Desa Mareje dan Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, putus diterjang arus sungai, Minggu (22/2). Sekitar 300 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi selama dua hari akibat ambruknya akses utama tersebut.

Jembatan itu merupakan satu-satunya penghubung antara Desa Sekotong Timur dan Desa Mareje di Kecamatan Lembar. Putusnya jembatan membuat aktivitas warga lumpuh, termasuk distribusi barang dan mobilitas kendaraan.

Pantauan detikBali di lokasi, Rabu (25/2/2026), warga terlihat mengantre di kedua sisi jembatan darurat. Sejumlah warga membantu lansia, anak kecil, dan warga lain yang kesulitan melintasi batang kelapa yang dipasang berjajar di atas aliran sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor dan truk warga terpaksa diparkir di kedua sisi karena tidak dapat melintas.

ADVERTISEMENT

Warga setempat, Rohidi, mengatakan selain jembatan utama tersebut, dua jembatan penghubung lain juga rusak akibat arus sungai yang besar setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari terakhir.

"Bukan hanya ini yang rusak, tiga yang rusak (totalnya). Tapi Ini memang jembatan utamanya yang peling besar, makanya akses kami terputus," ungkap pria tersebut saat ditemui di lokasi.

Momen warga dan lansia menyeberang sungai lewat jembatan darurat batang pohon kelapa di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Rabu (25/2/2026).Momen warga dan lansia menyeberang sungai lewat jembatan darurat batang pohon kelapa di Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Rabu (25/2/2026). Foto: M Zahiruddin/detikBali

Menurut Rohidi, warga sebenarnya memiliki jalur alternatif menuju jalan utama. Namun jaraknya jauh dan harus memutar hingga tembus ke Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

"Ada jalan sebenarnya, tapi tembusnya ke Kuta Mandalika. Paling dekat itu ada jalur ke Sekotong, sekitar 8 kilo dari sini. Tapi itu kita harus muter lagi berkilo-kilo sampai ke jalan (utama) di depan yang mungkin hanya sekilo dari jembatan ini," jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera membangun jembatan sementara atau semi permanen agar warga bisa kembali melintas menggunakan kendaraan roda dua.

"Iya mudah-mudahan dibangun segera ini, mengingat ini bulan puasa juga," ujarnya.

Banjir dan Longsor Terjang Lembar-Sekotong

Sebelumnya, dua kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir akibat hujan deras yang turun secara terus-menerus. Ratusan kepala keluarga terdampak dan sejumlah fasilitas publik rusak berat di Kecamatan Lembar dan Sekotong.

"Banjir terjadi karena hujan secara terus-menerus. Ini sebabkan genangan air di beberapa dusun di Desa Sekotong Barat dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong," kata Kepala BPBD NTB, Sadimin, Minggu (22/2).

Sadimin merinci sebanyak 182 KK atau sekitar 708 jiwa terdampak banjir di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong. BPBD Lombok Barat masih melakukan asesmen terkait jumlah korban terdampak di Desa Batu Putih.

"Kami sedang melakukan pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak," imbuh Sadimin.

Selain banjir, bencana juga memicu tanah longsor dan ambruknya jembatan penghubung di Dusun Kambeng Dese.

"Longsornya tanah di Dusun Kambeng Timur yang menutupi akses jalan dusun. Akses jalan masyarakat tertutup material longsor sehingga aktivitas masyarakat terganggu," kata Sadimin.




(dpw/dpw)










Hide Ads