Kesaksian Guru Asal NTT: Banyak Siswa Susah Beli Buku dan Pulpen

Cicin Yulianti - detikBali
Minggu, 15 Feb 2026 19:28 WIB
Foto: Guru SIT Poco Dedeng, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Adelfiana Hermin, saat ditemui di Gedung Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (14/2/2026). (Cicin Yulianti/detikEdu)
Badung -

Buku dan pulpen barangkali menjadi barang yang mudah dibeli atau didapatkan oleh sebagian orang. Namun, hal itu tidak dirasakan oleh siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, siswa di Ngada, NTT, baru-baru ini sampai memutuskan mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli barang untuk kebutuhan sekolah tersebut.

Siswa di NTT ternyata banyak yang kesulitan untuk mendapatkan buku dan pulpen. Hal itu berdasarkan kesaksian guru SIT Poco Dedeng, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Adelfiana Hermin. Menurutnya, masih banyak siswa di NTT bernasib seperti anak di Ngada tersebut.

"Banyak, tetapi yang muncul di publik itu cuma satu saja. Tetapi sebenarnya banyak sekali masalah-masalah yang seperti itu," kata Adelfiana saat ditemui di Gedung Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (14/2/2026) dilansir dari detikEdu.

Menurut Adelfiana, meski sudah ada bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), tetapi kebanyakan siswa penerima di sana menggunakannya untuk membeli kebutuhan pokok seperti makan.

"Ya, memang ada bantuan sih, Pak. Tetapi bantuan ini dapat dialihkan mohon maaf ya Pak ya dialihkan karena tidak mencukupi kebutuhan itu untuk membeli beras dan segala macam. Sehingga untuk buku yang sama bolpoin kadang terabaikan saja," tutur Adelfiana.

Mata Adelfiana bahkan berkaca-kaca saat mengisahkan perjuangan siswa-siswanya. Saat mengajar, ia harus memutar balik otaknya dalam mengatasi keterbatasan fasilitas/bahan ajar.

"Ya, kalau untuk menulisnya itu, apa ya? Alat peraga yang kayak model gabus itu ya Pak ya. Sudah rusak, tetapi tetap saya ambil bikin kayak dalam bentuk permainan begitu. Sehingga saya menyuruh mereka untuk memilih, misalnya huruf A mana di sini, habis itu kita buat permainan sudah di situ. Dari situ (belajarnya)," tutur Adelfiana.



Simak Video "Video Kendala Utama Penyaluran Dana PIP: Aktivasi Rekening Siswa"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork