Balita berinisial MRJ (1,5) di Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas setelah terjatuh ke dalam lubang yang rencananya akan digunakan sebagai jamban. Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026).
Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga mengatakan balita perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam lubang yang berisi genangan air.
Saat kejadian korban berada dalam pengawasan kakeknya, IR (53). Kedua orang tua korban, RR (28) dan MNM (27), pergi ke kebun sejak Senin pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pergi ke kebun, bapa tolong jaga korban (MRJ)," ujar Leonardus mengutip pesan kedua orang tua MJR kepada kakeknya.
Pada pukul 08.00 Wita, sang kakek memberi makan korban dan menggendongnya di kuburan yang berada di samping rumah. Di lokasi tersebut, IR bertemu dengan dua kerabatnya, FD (42) dan FS (25), lalu mereka duduk bersama.
"Tidak lama kemudian kakek, IR tidak melihat MRJ. Sehingga mereka mencarinya. Dan seorang beberapa menit mereka menemukan korban sudah terapung di dalam lubang yang terdapat air dalam keadaan mengapung," imbuh Leonardus.
Keluarga kemudian melapor kejadian tersebut kepada polisi, polisi terjun ke lokasi bersama dokter Puskesmas Feondari. Mereka mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta membuat laporan.
Leonardus menyebut pada Desember 2025, lubang tersebut digali dan rencananya digunakan untuk jamban. Namun, lubang itu dibiarkan terbuka hingga terisi air dari saluran dan MCK lama di sekitar lokasi.
"Jarak IR dan TKP sekitar 100 meter sehingga diduga akibat kelalaian kakek IR yang menjaga cucu kandungnya," paparnya.
Pasca kejadian, IR meminta bantuan polisi karena takut ayah kandung korban merasa kecewa dan melakukan aksi kekerasan terhadapnya.
"Orang tua kandung menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi dan proses hukum lebih lanjut. Korban dikuburkan hari Ini, Selasa (27/1/2026)," tandasnya.