detikBali

Jumlah Kendaraan Naik, Lembata Minta Tambahan 8 Juta Liter BBM

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jumlah Kendaraan Naik, Lembata Minta Tambahan 8 Juta Liter BBM


Yurgo Purab - detikBali

Antrian BBM di Kabupaten Lembata, NTT, Senin (26/1/2026). (Yomel Purab)
Foto: Antrian BBM di Kabupaten Lembata, NTT, Senin (26/1/2026). (Istimewa/Yomel Purab)
Denpasar -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) khusus penugasan (JBKP) sebanyak 8.000 kiloliter (kl) atau setara 8 juta liter pada 2026. Usulan tersebut seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kendaraan bermotor di Lembata.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan pengajuan penambahan kuota BBM itu kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Direktorat Bahan Bakar Minyak di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa saat ini terjadi penambahan penduduk Kabupaten Lembata sebanyak 141.391 jiwa dengan jumlah kendaraan yang beroperasi sebanyak 24.151 unit," kata Kanis Tuaq, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk dan meningkatnya jumlah kendaraan berdampak pada kenaikan kebutuhan jenis BBM tertentu (JBT). Seperti solar dan minyak tanah, serta JBKP seperti pertalite.

ADVERTISEMENT

Untuk 2026, Pemkab Lembata mengusulkan tambahan kuota solar sebesar 5.200 kl. Rinciannya meliputi sektor perikanan 500 kl, pertanian 700 kl, usaha mikro 1.000 kl, pelayanan umum 800 KL, dan transportasi darat 2.200 kl.

"Usaha mikro 1.000 kl, pelayanan umum 800 kl, transportasi darat 2.200 kl," imbuhnya.

Sementara usulan tambahan kenaikan minyak tanah pada 2026 sebesar 3.000 kl. Rinciannya usaha perikanan 500 kl, usaha rumah tangga 2.000 kl, dan usaha mikro 500 kl. Untuk usulan kuota JBKP Kabupaten Lembata 2026 yakni 6.000 kl.

"Total 8.000 kiloliter," tandasnya.




(nor/nor)










Hide Ads