Jumlah pengungsi bencana longsor di Kampung Tuwa dan Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 700 orang. Mereka mengungsi sejak hari pertama longsor, Kamis (22/1/2026) sore.
"Jumlah warga dari kampung Tuwa yang mengungsi sebanyak 67 KK (kartu keluarga) kurang lebih 200 jiwa dan jumlah warga dari kampung Pau yang mengungsi sebanyak 89 KK kurang lebih 500 jiwa," ungkap Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Aris Ahmad, Minggu (25/1/2026).
Menurut Aris, warga mengungsi di rumah keluarga di Kampung Rentung dan Kampung Golo Pote, Desa Goreng Meni. Rumah-rumah lokasi pengungsian dinilai aman dari bencana longsor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris mengatakan material longsor berupa tanah, pohon, dan batu-batu besar datang dari arah bukit di dekat Kampung Tuwa dan Kampung Pau. Longsor itu menyebabkan empat orang menjadi korban. Satu orang meninggal saat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa. Dua korban masih tertimbun material longsor. Satu korban balita masih rawat jalan.
Selain korban jiwa, Aris mengatakan, longsor itu menyebabkan empat rumah dan satu dapur warga mengalami rusak berat dan ringan akibat tertimbun material longsor. Longsor juga menerjang halaman dan ruang kelas Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni.
Longsor juga merusak sawah milik 38 KK di Kampung Tuwa, Pau, dan Rentung. Longsor juga merusak kebun kopi, kemiri, dan cengkeh milik warga. Selain itu, terdapat satu tambak ikan dan empat ekor kerbau tertimbun material longsor.
Dua saluran irigasi juga rusak berat tertimbun material longsor, yakni saluran irigasi Wae Nua dan irigasi Wejang Rating.
Aris mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. "Bantuan darurat berupa sembako, selimut dan terpal," ujar dia.