detikBali

Pemkab Dompu Bakal Pinjam Duit Rp 70 M untuk Proyek Air Bersih-Lampu Jalan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pemkab Dompu Bakal Pinjam Duit Rp 70 M untuk Proyek Air Bersih-Lampu Jalan


Sui Suadnyana, Faruk - detikBali

Ilustrasi uang rupiah
Foto: Ilustrasi uang. (Getty Images/iStockphoto/Squirescape)
Dompu -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berencana mengutang sebesar Rp 70 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Utang kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah disampaikan dan diajukan, bahkan Pemkab Dompu tengah menyusun rencana kegiatan.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, membenarkan rencana utang kepada PT SMI. Kata dia, langkah tersebut dilakukan untuk membangun infrastruktur air bersih dan proyek lampu penerangan jalan umum (LPJU).

"Lampu dan air ini menjadi kebutuhan dasar. Dua hal ini ada potensi penghasilan. Air, kita jual air, lampu ada pajaknya. Kalau untuk infrastruktur lain saya tidak berani," kata Bambang saat ditemui wartawan di halaman kantornya Senin (19/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana yang direncanakan sebesar Rp 70 miliar itu rupanya tidak diberikan sekaligus oleh PT SMI. Perusahaan hanya akan memberikan sesuai progres yang dilaporkan pada setiap tahapan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Bambang mengungkapkan PT SMI hadir untuk menunjang kemandirian daerah yang fiskalnya terbatas. Upaya mengutang merupakan cara efektif dalam menggenjot pembangunan infrastruktur demi kemaslahatan masyarakat Dompu di tengah kondisi fiskal daerah lemah dan ketergantungan pada dana transfer ke daerah (TKD).

"Kami tidak harus terlena dengan mengharapkan TKD terus-menerus yang terbatas itu, suka tidak suka, itu pilihan. Pemda dituntut oleh masyarakat akan infrastruktur pelayanan publik, hak-hak dasar masyarakat tentang air minum dan lampu. Di sisi lain fiskal kami tidak ada. Nah negara sudah memberikan ruang, ada ruang, ada lembaga, ya kami masuk," jelas Bambang.

Menurut Bambang, persoalan air bersih yang dapat diminum oleh masyarakat akan cepat teratasi dengan adanya titik sumber air yang jaraknya cuma 7 kilometer (km) dari pemukiman warga.

Kata Bambang, air bersih menjadi persoalan yang tidak dapat diselesaikan dalam beberapa periode kepemimpinan sebelumnya. Meski terdapat banyak proyek bor air, tetapi tidak berjalan mulus dan selalu terbengkalai di tengah jalan.

"Sampai hari ini sejak beberapa periode yang lalu, air ini tak pernah terselesaikan, apa harus kami menerima dengan kondisi seperti ini? Bor air itu bukan salah satu solusi, banyak bor-bor yang terbengkalai fakta lapangan itu banyak. Kami harus realistis bahwa kami punya potensi sumber air yang tidak dimiliki oleh daerah lain," jelas Bambang.




(hsa/hsa)










Hide Ads