detikBali

TPS Lawata Overload, Operator Sampah Datangi Kantor Wali Kota

Terpopuler Koleksi Pilihan

TPS Lawata Overload, Operator Sampah Datangi Kantor Wali Kota


Nathea Citra - detikBali

Kondisi TPS Lawata di Gomong, Selaparang, Mataram, dalam kondisi overload, Senin (19/1/2026).
Kondisi TPS Lawata di Gomong, Selaparang, Mataram, dalam kondisi overload, Senin (19/1/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Puluhan operator sampah di Kota Mataram kebingungan membuang sampah warga. Pasalnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Lawata di Jalan Soromandi, Gomong, Kecamatan Selaparang, Mataram, overload dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut kian parah setelah adanya pembatasan ritase pengangkutan sampah menuju TPA Kebon Kongok, Lombok Barat, sejak 10 Desember 2025.

Pantauan detikBali di Kantor Wali Kota Mataram, puluhan operator sampah dari Kecamatan Selaparang mendatangi kantor wali kota untuk meminta solusi. Mereka kebingungan membuang sampah karena kondisi TPS Lawata yang sudah tidak mampu menampung dan dinilai memprihatinkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama, kami putuskan bahwa akhir tahun ini TPS Lawata akan kita tutup. Pemkot Mataram akan menutup TPS itu di akhir 2026. Kedua, untuk memastikan (dan meyakinkan warga kondisi TPS yang semakin bau), Pak Kadis DLH akan kesepakatan bersama," kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Senin (19/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Dan terakhir, untuk sementara akan diberlakukan TPS mobile. Jadi operator sampah bisa buang sampahnya ke truk (tanpa harus membuang ke TPS Lawata)," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah menyiapkan skenario penanganan sampah di TPS Lawata yang saat ini overload.

"Kami sudah persiapkan skenario, kami akan lakukan TPS mobile disitu, dan sesuai perjanjian tadi akan menutup TPS itu di akhir 2026. Saat ini ada sekitar 150 ton sampah yang akan kami bersihkan dulu. Hari ini kami maksimalkan untuk segera klir, sehingga tidak ada lagi sampah disitu," kata Nizar.

Kondisi TPS Lawata di Gomong, Selaparang, Mataram, dalam kondisi overload, Senin (19/1/2026).Kondisi TPS Lawata di Gomong, Selaparang, Mataram, dalam kondisi overload, Senin (19/1/2026). Foto: Nathea Citra/detikBali

Menurut Nizar, untuk sementara para operator sampah dapat membuang sampah warga Mataram ke TPS Bintaro di Ampenan. Kebijakan itu diterapkan sambil menunggu skenario penjemputan truk sampah di masing-masing lingkungan.

"Untuk sampah 1-2 hari ini, silahkan bapak-bapak bisa membuang sampah ke TPS Bintaro, (sembari) kita menemukan titik-titik lokasi untuk penjemputan. (Kalau dirasa agak jauh) untuk 1-2 hari ini kami akan standby-kan damp truck di TPS Lawata. Jadi bapak-bapak bisa langsung buang sampahnya di truk," terangnya.

Salah seorang operator sampah di Lingkungan Punie, Mataram, Gede, berharap Pemkot Mataram segera menemukan solusi atas overload TPS Lawata. Ia mengaku saat ini hanya bisa menunggu truk untuk mengangkut sampah yang dibawa para operator.

"Sekarang kita sedang menunggu dump truck datang, biar kami bisa buang sampah-sampah ini. Jadi bisa langsung naikkan sampahnya ke truk," kata Gede saat ditemui di TPS Lawata, Senin.

Gede menyebut DLH Mataram menjanjikan truk dump akan datang secara bergantian untuk mengangkut sampah. Pasalnya, TPS Lawata sudah tidak bisa lagi menampung sampah warga Kecamatan Selaparang.

"Kami dijanjikan tadi akan ada truk dump datang, datang beroperasi dari jam 12 siang sampai pukul 18.00 Wita," ujarnya.

Selain TPS Lawata, kondisi serupa juga terjadi di TPS Sandubaya, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan sisa sampah di TPS Sandubaya akan dipindahkan ke lahan milik Pemkot Mataram di Babakan.

"TPS Sandubaya itu juga sudah overload, maka kai akan memindahkan sementara TPS Sandubaya ke daerah Babakan. Tanah itu luasnya sekitar 23 are. Ini yang kami coba inisiasi dari minggu kemarin. Sekitar minggu ini," katanya.

"(Untuk proses penangannya pakai sistem) gali timbun," jelas Nizar.




(dpw/dpw)











Hide Ads