Viral di media sosial (medsos) seorang wali murid mengeluhkan kondisi susu yang menggumpal pada menu makan bergizi gratis (MBG). Dia menyebut susu yang diterima anaknya itu mirip slime, mainan anak-anak yang lengket dan kenyal.
Dalam video yang diunggah pada akun Facebook Makhaya Bread tersebut, nampak susu yang mengental dan tidak lagi cair seperti susu pada umumnya. Pemilik akun mempertanyakan kondisi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya ini susu dikasih dari menu MBG? Kok kayak begini, ini apa? Mau kasih anak kok susunya kayak begini. Ini kalau dikasih anak-anak MBG gimana? Ini susu apa slime?," ujar pemilik akun, dalam video unggahannya, Kamis (15/1/2026).
Pemilik akun meminta kepada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk lebih teliti dan memperbaiki kualitas menu MBG sebelum disalurkan ke siswa.
"Bukannya kami tidak bersyukur anak-anak kami mendapatkan MBG, tapi kalau seperti ini tampilan susunya dan diminum anak-anak kami bagaimana? Tolong SPPG atau dapur yang menyalurkan ke SDIT Nurul Fikri perbaiki kualitas MBG-nya. Ahli gizinya tolong lebih teliti lagi dong," tulis dia.
Aprian Ihza Mahendra, Kepala SPPG Kembang Sari 1 Selong, membenarkan bahwa susu dalam video tersebut merupakan menu MBG yang didistribusikan pihaknya. Ia menjelaskan produk tersebut merupakan susu kedelai yang diambil dari UMKM, dan tanpa menggunakan pengawet.
"Untuk kejadian tersebut saya selaku Kepala SPPG menggunakan produk UMKM berupa susu kedelai yang notabenenya tidak menggunakan bahan pengawet dan bahan-bahan kimia lainya," terang Aprian, dikonfirmasi detikBali, Jumat (16/1/2026).
Karena tanpa bahan pengawet, Aprian menganjurkan susu kedelai tersebut untuk segera dikonsumsi. Hal tersebut dimaksudkan supaya susu kedelai pada menu MBG tidak berubah rasa maupun bentuk.
"Kami anjurkan susu kedelai tersebut harus dikonsumsi langsung dan saya sudah berpesan kepada guru selaku PIC di sekolah untuk segera dikonsumsi, tapi dilihat dari video, susu dibawa ke rumah yang menyebabkan susu berubah seperti di video," kata Aprian.
Ia memastikan, produk tersebut ketika pendistribusian dalam keadaan baik dan aman. Aprian juga menambahkan hal tersebut akan dievaluasi untuk perbaikan ke depannya.
"Kami sudah cek dan pastikan produknya aman. Kami sampaikan permohonan maaf dan ini menjadi bahan evaluasi kami," imbuh Aprian.