Sejumlah guru di Kota Mataram mengeluh karena beredar kabar mereka wajib datang ke sekolah pada Sabtu untuk melakukan evaluasi belajar. Padahal, sejumlah sekolah sudah menerapkan lima hari belajar atau sampai Jumat. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan guru berhak libur pada Sabu-Minggu.
"Kami berharap bisa libur Sabtu-Minggu, seperti para siswa lainnya. Karena, dari Senin-Jumat, kami sudah bekerja hingga sore, sesuai skema lima hari sekolah," kata salah seorang guru di Kota Mataram yang enggan disebutkan namanya.
Baca juga: 8 SD Negeri di Mataram Digabung Jadi 4 |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kebijakan lima hari sekolah, jam mengajar kami bertambah. Dari yang awalnya pulang siang, sekarang sampai sore. Kami mohon lah, biar diberi keringanan, kalau Sabtu disuruh masuk sekolah, bisa tumbang kami," terang salah seorang guru lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah melakukan uji coba lima hari sekolah sejak awal pekan ini. dan pembagian jam sekolah untuk tingkat sekolah dasar (SD) dari pukuul 07.30-14.30 Wita pada Senin-Kamis. Sementara, pada Jumat, jam belajar dimulai pukul 07.30-11.00. Di sisi lain, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dimulai dari 07.30-15.30 Wita. Sedangkan Jumat dari pukul 07.30-11.00 Wita.
"Bagi guru juga (lima hari sekolah), (dia bisa masuk di hari Sabtu) jika ada kebutuhan guru untuk meningkatkan kompetensinya," kata Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (15/1/2026).
Yusuf menegaskan, para guru diliburkan untuk mengajar pada hari Sabtu, karena mengacu pada kebijakan Pemkot Mataram lima hari sekolah.
"Boleh (libur), silahkan mekanismenya kita serahkan ke kepala sekolahnya masin-masing. (Sementara itu jika ada) peningkatan kompetensi, kita serahkan ke gurunya. Mau itu (dia hadir dengan) cara online (boleh), tatap muka, juga silakan. Pada prinsipnya Sabtu-Minggu libur bagi guru," terangnya.
"Sabtu dan Minggu libur bagi guru, bukan masuk ya. (Pokoknya Sabtu-Minggu) libur," tegas Yusuf.
Diberitakan sebelumnya, pelajar di Kota Mataram semringah seusai mengikuti uji coba full day school atau sekolah penuh di hari pertama sekolah. Ada yang senang karena bisa belajar lebih lama, ada juga yang senang karena mendapatkan bekal hingga uang jajan lebih.
"Saya senang (full day school), jadi hari Sabtu bisa libur, jadi lebih semangat," kata Ahmad Jadid, siswa SDN 7 Mataram, saat diwawancarai di sekolahnya, Senin (12/1/2026).
(hsa/hsa)










































