Tim gabungan kembali melakukan pencarian salah satu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, Rabu (7/1/2026). Korban berinisial M (9). Dia merupakan korban terakhir kapal Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo. Jasad ayah dan dua kakaknya sudah lebih dulu ditemukan.
Satu anak laki-laki Fernando, yakni T (10), ditemukan kemarin sore atau hari ke-12 pencarian. "Pencarian kembali dilanjutkan sesuai rencana," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Rabu (7/1/2026).
Pada pencarian hari ke-13 ini, tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di sekitar lokasi kapal terdampar di perairan Pantai Pede, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. Tim SAR juga melakukan penyisiran di tempat-tempat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain penyelaman lanjutan di bodi kapal yang telah ditemukan, tim SAR juga akan memperluas area pencarian dengan melakukan penyisiran di wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau," kata Fathur.
Sisir Selatan Pulau Komodo
Pada pencarian hari ke-13 ini, tim SAR gabungan menyisir perairan bagian selatan Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. Lokasi pencarian ini adalah titik terdampar bangkai kapal pinisi Putri Sakinah yang ditemukan kemarin siang bersama jenazah satu anak laki-laki Fernando.
"Pada pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan telah berangkat melakukan pencarian ke lokasi sesuai rencana operasi," kata Fathur.
Tim SAR gabungan mengerahkan belasan kapal dan drone thermal untuk melakukan pencarian di permukaan air. Sejumlah penyelam juga dikerahkan untuk mencari korban di bawah air.
"Melakukan penyisiran, serta pengunaan drone thermal untuk membantu penyisiran via udara dan penyelaman di lokasi bagian selatan Pulau Komodo yang merupakan tempat penemuan bangkai kapal," jelas Fathur.
Pada pencarian hari ini, tim SAR gabungan mengerahkan 168 personel. Terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Gahawisri, BPBD Manggarai Barat hingga komunitas dive Labuan Bajo dan unsur gabungan lainnya.
"Serta mengerahkan 18 alut (alat utama) yang digunakan untuk proses pencarian korban," kata Fathur.
Jenazah itu teridentifikasi sebagai putra Fernando yang berusia 10 tahun. Jenazah korban dikenali dari bentuk giginya. Kondisi jenazah membuatnya tak bisa dikenali lewat pencocokan sidik jari.
(hsa/hsa)










































