Ada sederet kabar terpopuler di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan terakhir. Salah satunya, nahas yang dialami enam mahasiswa di Bima, NTB.
Niat mereka merayakan tahun baru di puncak Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, berakhir malapetaka. Keenam mahasiswa itu tersesat di hutan dalam perjalanan menuju puncak.
Masih dalam momen perayaan tahun baru, di Ende, NTT. seorang pria terseret arus dan tenggelam saat piknik di Pantai Mbuli bersama keluarga. Jenazah korban baru ditemukan keesokan harinya.
Tragedi bunuh diri yang memilukan terjadi di Sikka, NTT. Seorang siswa sekolah dasar (SD) ditemukan tewas gantung diri di pohon. Korban masih berusia 12 tahun. Belum diketahui pasti motif bocah itu bunuh diri.
Sementara itu, dalam sidang di Pengadilan Militer III-15 Kupang, karier 22 terdakwa penganiayaan Prada Lucky Chepril Saputra Namo tamat. Majelis hakim menjatuhkan vonis pecat untuk para terdakwa. Sementara, hukuman penjara yang mereka terima beragam.
Kabar terbaru, ada penemuan jenazah pelatih tim B wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, Minggu (4/1/2026) pagi. Jasad Fernando ditemukan pada hari kesepuluh pencarian. Kini, selama tiga hari ke depan, tim SAR fokus menemukan dua anak Fernando yang masih hilang.
Berikut lima berita terpopuler dalam sepekan terakhir dalam rubrik Nusra Sepekan di detikBali.
1. 6 Mahasiswa Tersesat di Hutan
Enam mahasiswa tersesat di tengah hutan saat hendak merayakan malam tahun baru 2026 di puncak Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi yang gelap mengakibatkan keenam pendaki itu baru bisa dievakuasi pada pagi hari.
"Tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita kejadiannya," ujar Irmansyah selaku Ketua Karang Taruna Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, dikonfirmasi detikBali, Kamis (1/1/2026).
Keenam mahasiswa tersebut dievakuasi oleh Irmansyah. Menurut dia, informasi pendaki tersesat itu semula didapat melalui WhatsApp Group (WAG). Irmansyah pun bergegas mendatangi lokasi hingga berhasil menemukan keenam orang tersebut.
"Tiga laki-laki, tiga perempuan, dan semuanya mahasiswa," imbuhnya.
Irmansyah menjelaskan proses evakuasi enam mahasiswa yang tersesat itu terkendala kondisi gelap gulita. Walhasil, mereka pun kesulitan untuk keluar dari kawasan hutan.
Menurut Irmansyah, para pendaki itu baru bisa evakuasi dan keluar dari hutan hingga fajar datang. Mereka turun dan sampai ke bawah pemukiman warga pada pagi tadi.
"Semuanya selamat. Tadi pagi mereka langsung dipulangkan ke tempat asalnya dalam kondisi trauma dan kelelahan," ujarnya.
Simak Video " Video Saksi Cerita Momen Mencekam Kebakaran Resor Ski Swiss, 40 Orang Tewas"
(hsa/hsa)