Terpopuler: Niat 6 Mahasiswa Rayakan Tahun Baru Berujung Tersesat di Hutan

Nusra Sepekan

Terpopuler: Niat 6 Mahasiswa Rayakan Tahun Baru Berujung Tersesat di Hutan

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 04 Jan 2026 14:23 WIB
Terpopuler: Niat 6 Mahasiswa Rayakan Tahun Baru Berujung Tersesat di Hutan
Foto: Enam mahasiswa tersesat di tengah hutan saat hendak merayakan malam tahun baru 2026 di puncak Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB, Kamis (1/1/2026). (Foto: Dok. Irmansyah)
Bima -

Ada sederet kabar terpopuler di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan terakhir. Salah satunya, nahas yang dialami enam mahasiswa di Bima, NTB.

Niat mereka merayakan tahun baru di puncak Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, berakhir malapetaka. Keenam mahasiswa itu tersesat di hutan dalam perjalanan menuju puncak.

Masih dalam momen perayaan tahun baru, di Ende, NTT. seorang pria terseret arus dan tenggelam saat piknik di Pantai Mbuli bersama keluarga. Jenazah korban baru ditemukan keesokan harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tragedi bunuh diri yang memilukan terjadi di Sikka, NTT. Seorang siswa sekolah dasar (SD) ditemukan tewas gantung diri di pohon. Korban masih berusia 12 tahun. Belum diketahui pasti motif bocah itu bunuh diri.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dalam sidang di Pengadilan Militer III-15 Kupang, karier 22 terdakwa penganiayaan Prada Lucky Chepril Saputra Namo tamat. Majelis hakim menjatuhkan vonis pecat untuk para terdakwa. Sementara, hukuman penjara yang mereka terima beragam.

Kabar terbaru, ada penemuan jenazah pelatih tim B wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, Minggu (4/1/2026) pagi. Jasad Fernando ditemukan pada hari kesepuluh pencarian. Kini, selama tiga hari ke depan, tim SAR fokus menemukan dua anak Fernando yang masih hilang.

Berikut lima berita terpopuler dalam sepekan terakhir dalam rubrik Nusra Sepekan di detikBali.

1. 6 Mahasiswa Tersesat di Hutan

Enam mahasiswa tersesat di tengah hutan saat hendak merayakan malam tahun baru 2026 di puncak Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi yang gelap mengakibatkan keenam pendaki itu baru bisa dievakuasi pada pagi hari.

"Tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita kejadiannya," ujar Irmansyah selaku Ketua Karang Taruna Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, dikonfirmasi detikBali, Kamis (1/1/2026).

Keenam mahasiswa tersebut dievakuasi oleh Irmansyah. Menurut dia, informasi pendaki tersesat itu semula didapat melalui WhatsApp Group (WAG). Irmansyah pun bergegas mendatangi lokasi hingga berhasil menemukan keenam orang tersebut.

"Tiga laki-laki, tiga perempuan, dan semuanya mahasiswa," imbuhnya.

Irmansyah menjelaskan proses evakuasi enam mahasiswa yang tersesat itu terkendala kondisi gelap gulita. Walhasil, mereka pun kesulitan untuk keluar dari kawasan hutan.

Menurut Irmansyah, para pendaki itu baru bisa evakuasi dan keluar dari hutan hingga fajar datang. Mereka turun dan sampai ke bawah pemukiman warga pada pagi tadi.

"Semuanya selamat. Tadi pagi mereka langsung dipulangkan ke tempat asalnya dalam kondisi trauma dan kelelahan," ujarnya.

2. Pria Tewas Tenggelam Saat Piknik Tahun Baru

Seorang pria berinisial FM (40), warga Desa Wolokeli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas di Pantai Mbuli, Jumat (2/1/2026) pagi. Sehari sebelumnya, FM bersama keluarga tengah piknik dalam rangka liburan Tahun Baru bersama keluarga di Pantai Mbuli lalu terseret arus dan tenggelam.

Kapolsek Wolowaru, Ipda Ubaldus Maku, membeberkan kronologi peristiwa tersebut. FM dan keluarga berangkat dari rumah menggunakan kendaraan pikap EB 8932 AN, dan tiba di Pantai Mbuli sekitar pukul 13.00 Wita, Kamis (1/1/2026). FM langsung mandi di laut. Sekitar pukul 15.00 Wita, keluarga hendak pulang ke rumah. Namun FM menyampaikan kepada istrinya, ER untuk mencuci tangan di laut.

"Istrinya melihat FM kembali berenang dan tidak lama kemudian istrinya melihat korban mengangkat kedua tangannya guna meminta pertolongan," ujar Ubaldus kepada detikBali, Jumat.

Ubaldus mengatakan istri FM meminta pertolongan kepada anggota keluarga lain, BPS (17) dan AAS (51), untuk membantu. Sayang, mereka kesulitan lantaran ombak yang tinggi. FM pun tenggelam digulung ombak.

"Korban pun tidak dapat diselamatkan dan tenggelam," imbuhnya.

3. Siswa SD Sikka Gantung Diri

Siswa sekolah dasar (SD) kelas V berinisial MGH (12) ditemukan tewas gantung diri di pohon jeruk. Peristiwa itu terjadi di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis (1/1/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh neneknya, MAW (59). Saat itu, MAW baru pulang dari gereja dan tidak menemukan cucunya di dalam rumah.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga mengatakan, MAW kemudian memanggil MGH, namun tidak mendapat jawaban. MAW lalu mencari cucunya di dalam rumah dan sekitar halaman depan hingga ke bagian belakang rumah.

Setibanya di belakang rumah atau dapur, MAW mendapati MGH dalam keadaan tergantung di pohon jeruk.

"Menemukan korban dalam keadaan tergantung di belakang rumah," kata Leonardus kepada detikBali, Kamis (1/1/2025).

Leonardus menjelaskan, MAW kemudian berlari ke jalan depan rumah dan memanggil tetangganya, FMB (35). Kepada tetangganya, MAW menyampaikan bahwa MGH ditemukan tergantung di pohon jeruk di belakang rumah.

"Setelah dicek ternyata korban tidak bernapas lagi," imbuhnya.


4. Tamat Karier 22 Penganiaya Prada Lucky

Tamat sudah karier 22 prajurit TNI yang merupakan terdakwa penganiaya Prada Lucky Chepril Saputra Namo hingga tewas. Mereka divonis hukuman 6-9 tahun penjara dan dipecat sebagai anggota TNI.

Sidang putusan tersebut berlangsung di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Rabu (31/12/2025). Majelis Hakim dipimpin oleh Ketua Hakim Mayor Chk Subiyatno serta dua hakim anggota, yakni Kapten Chk Dennis Carol Napitupulu dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto.

Majelis Hakim berpendapat para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Prada Lucky. Tindakan berkedok pembinaan yang dilakukan senior terhadap junior itu mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Perbuatan dan tindakaan para terdakwa tidak bisa dibenarkan menurut hukum karena dengan sengaja memukul bawahannya hingga meninggal dunia," ujar Majelis Hakim saat membacakan amar putusan, Rabu.

Adapun, 22 terdakwa tersebut divonis berbeda. Rinciannya, sebanyak 17 terdakwa dalam berkas perkara nomor 41-K/PM.III-15/AD/X/2025 divonis 6-9 tahun penjara. Sebanyak 15 prajurit berpangkat Tamtama dan Bintara divonis 6 tahun disertai pemecatan. Sedangkan, Letda Made Juni Arta Dana dan Letda Achmad Thariq Al Qindi Singajuru divonis 9 tahun penjara disertai pemecatan.

Kemudian, dalam berkas perkara nomor 42-K/PM.III-15/AD/X/2025 dengan empat terdakwa, yakni Pratu Ahmad Ahda, Pratu Emeliano De Araujo, Pratu Petrus Nong Brian Semi, dan Pratu Aprianto Rede Radja, divonis 6 tahun 6 bulan penjara disertai pemecatan. Putusan ini lebih berat dari tuntutan 6 oditur, yakni 6 tahun penjara.

Terakhir, berkas perkara nomor 40-K/PM.III-15/AD/X/2025 dengan terdakwa Lettu Inf Ahmad Faisal, divonis 8 tahun penjara disertai pemecatan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan oditur yaitu 12 tahun penjara.


5. Jenazah Pelatih Valencia Ditemukan

Polda NTT memastikan jenazah yang ditemukan tim SAR gabungan di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pagi tadi adalah pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras.

"Ya betul (pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras). Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada detikBali, Minggu.

Jenazah Fernando ditemukan pada pukul 08.47 Wita di Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Minggu. Saat ini jenazah tersebut sedang dalam pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut di RSUD Komodo.

"Masih dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI)," jelas Henry.

"Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol," sambung Henry.

Seperti diketahui, korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam itu adalah satu keluarga wisatawan asal Spanyol. Kini, korban yang belum ditemukan menyisakan dua anak laki-laki Fernando. Satu putrinya sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025).

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Suasana Perayaan Malam Tahun Baru di Ancol"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads