detikBali

Kementerian PKP Siapkan Rp 90 Miliar Bangun Huntap Penyintas Erupsi Lewotobi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kementerian PKP Siapkan Rp 90 Miliar Bangun Huntap Penyintas Erupsi Lewotobi


Yurgo Purab - detikBali

Pengungsi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki duduk di dalam tenda pengungsian Pos Lapangan Konga, Desa Konga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/10/2025). Sebanyak 1.229 warga penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bertahan di tenda-tenda pengungsian selama hampir setahun terakhir di tiga titik karena pembangunan hunian sementara untuk mereka belum kunjung tuntas sehingga mereka belum bisa direlokasi ke tempat yang lebih layak. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom.
Pengungsi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki duduk di dalam tenda pengungsian Pos Lapangan Konga, Desa Konga, Flores Timur, NTT, Rabu (22/10/2025). (Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)
Flores Timur -

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan anggaran Rp 90 miliar untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu diungkapkan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen.

"Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sudah menyiapkan uangnya Rp 90 miliar untuk pembangunan hunian tetap di tiga lokasi," kata Anton Doni Dihen di ruang kerjanya, Selasa (30/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anton mengungkapkan tiga lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi yakni Kuhe, Todo, dan Kureng. Anggaran senilai Rp 90 miliar yang disiapkan Kementerian PKP diperkirakan dapat membangun 500 rumah di tiga lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Anton, pemerintah baru mengeksekusi 5 hektare dari luas lahan di Kuhe yang mencapai 20 hektare. Sementara lahan di Todo memiliki luas sekitar 20 hektare.

"Kureng lahannya sekitar 60-70 hektare. Proses di lapangan sudah berjalan. Tidak ada kendala soal penyerahan lahan," imbuhnya.

Anton mengatakan pembangunan hunian tetap bagi pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki direncanakan awal 2026. Ia menyebut pembangunan bisa diproses setelah penerbitan surat keputusan (SK) penetapan lokasi.

"Jadi, kita berharap awal tahun bisa direalisasikan. Untuk status tanah di Todo sudah bersertifikat. Tidak ada kendala soal penyerahan lahan," pungkasnya.




(iws/iws)











Hide Ads