Warga di Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki tradisi unik menjelang musim tanam, yakni berburu babi hutan. Tradisi turun temurun itu dilakukan satu kali dalam setahun.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Mbawa, Fahruddin, mengatakan tradisi berburu babi hutan adalah salah satu rangkaian dari ritual Raju, yakni upacara adat Mbawa. Tradisi ini berkaitan dengan penentuan yang tepat untuk memulai musim tanam.
"Sebelum masa tanam, ada ritual Raju di Desa Mbawa. Ritual ini, warga adat melakukan upacara, karaso dana (membersihkan lahan) hingga nggalo (berburu)," kata Fahruddin kepada detikBali, Minggu, (30/11/2025).
Fahruddin menuturkan tradisi berburu adalah salah satu cara warga adat Mbawa untuk menghindari serangan hama, salah satunya babi hutan yang kerap merusak lahan pertanian warga. Banyak dan sedikitnya hasil babi hutan yang diburu dianggap akan menentukan hasil panen mereka nantinya.
"Jika buruan babi hutan hutan banyak, hasil panen juga akan melimpah. Kalau sebaliknya sedikit, hasil panen menurun. Karena babi hutan dianggap hama yang paling agresif merusak lahan pertanian," imbuhnya.
Simak Video "Video 2 Anggota DPRD NTB Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Uang 'Siluman' Pokir"
(iws/iws)