Gadis inisial SPI (22) dihantam pemuda inisial M di kosannya, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 04.30 Wita. SPI dihantam oleh M saat menegur pemuda itu lantaran memutar musik terlalu keras.
"Dia (M) pakai tangan kanannya tumbuk (menghantam) saya bagian rahang, terus kena di bibir. Saya rasa kayak sampai di saya punya otak, jadi saya pusing. Tiba-tiba saya rasa sesak napas, pandangan kabur, tidak bisa lihat apa-apa lagi, dan dengar pun jadi tidak jelas," kata SPI kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SPI awalnya pulang ke kosannya dari bekerja di sebuah kafe pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 23.00 Wita. Tiba di sana, ia melihat anak tuan rumah kos inisial I bersama teman-temannya duduk sambil minum di teras kos.
Perempuan itu kemudian menegur I dan teman-temannya agar tidak memutar musik terlalu keras karena dia butuh istirahat. Namun, teguran SPI tidak diindahkan oleh I dan kawan-kawannya.
SPI juga menegur mereka untuk kedua kalinya. Namun, teguran itu juga tak diindahkan. Para pemuda itu, menurut SPI, malah makin kencang memutar musik. SPI akhir memaki mereka.
"Kenapa tidak mengerti dengan orang ada capek ini," terang perempuan asal Desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Flores Timur, itu.
Aksi para pemuda itu kemudian berpindah ke halaman rumah dekat kos-kosan sekitar pukul 04.30 Wita. Mereka tetap memutar musik dengan keras. SPI kembali memaki mereka.
Pemuda inisial M tiba-tiba masuk ke area kos membawa sebatang kayu hendak memukul SPI. Tindakan M ditahan oleh rekan-rekannya. Namun, M malah memukul SPI dengan tangan mengepal di rahang hingga kepalanya pusing dan kesakitan. SPI kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka (RSUD) Larantuka
"Pandangan saya kabur dan dengar pun jadi tidak jelas," terang SPI.
(iws/iws)











































