Pria di Mataram Bacok Kakak Kandung gegara Terop Acara Maulid

Pria di Mataram Bacok Kakak Kandung gegara Terop Acara Maulid

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 29 Nov 2022 13:20 WIB
Pelaku penganiayaan terhadap saudara kandung ditahan di Polsek Sandubaya, Mataram, NTB Selasa (29/11/2022).
Foto: Pelaku penganiayaan terhadap saudara kandung ditahan di Polsek Sandubaya, Mataram, NTB Selasa (29/11/2022). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Tak terima karena terop di halaman rumah dibuka, seorang pria berinisial MP (26) tega membacok kakak kandungnya menggunakan parang. Akibatnya, korban KA (46) asal Lingkungan Gerung Butun Kelurahan Sandubaya Kecamatan Sandubaya Kota Mataram mengalami sejumlah luka terbuka.

Wakapolsek Sandubaya Iptu Erny Anggraeni mengatakan motif pelaku membacok kakak kandungnya itu karena tidak terima terop yang digunakan pada acara maulid pada akhir bulan Oktober 2022 lalu dibuka oleh korban.

Terop yang tidak kunjung dibuka itu diduga menghalangi aktivitas korban yang tinggal di dekat rumah pelaku. Setelah dibuka oleh korban, pelaku pun marah dan membacok korban berkali-kali menggunakan parang. Akibatnya korban luka sobek di bagian kepala, tangan, dan wajah.


"Waktu membacok kakaknya memang pelaku sudah minum tuak (alkohol tradisional). Dalam keadaan mabuk pelaku melihat terop itu dibuka lalu pelaku datangi korban kemudian membacok dengan parang," kata Anggraeni, Selasa (29/11/2022) di Mataram.

Parang yang digunakan melukai korban itu diambil oleh pelaku MP di dapur rumah korban. Dalam kondisi mabuk kemudian pelaku mendatangi rumah korban lalu dibacok beberapa kali luka-luka.

"Pelaku ambil parang. Sempat tanya kenapa terop itu dibuka. Tanpa pikir lalu pelaku menghina korban dan langsung mengejar korban kemudian melukai dengan parang," kata Anggraeni.

Korban ditebas parang adik kandungnya tersebut sebanyak tiga kali. Korban sempat menahan parang tersebut hingga tangan korban sobek. "Ada luka di wajah, kepala, tangan dan punggung juga," jelas Anggraeni.

Anggraeni juga menerangkan pelaku rupanya sudah memiliki dendam sejak kecil dengan korban. Sejak kecil, pelaku yang bekerja serabutan itu sering dianiaya korban dengan menyulutkan api rokok ke tangan.

"Dia gak suka sama kakaknya karena sering usil. Waktu kecil dia sering dianiaya pakai puntung rokoknya," jelasnya.

"Dia jahil juga dulu. Mau menang sendiri itu di rumah. Kan itu belum selesai digunakan teropnya sudah dibuka oleh dia," sambung MP.

Menurut MP parang yang digunakan menikam kakaknya itu ternyata milik korban. Parang itu sering digunakan oleh korban membuat roti di kediaman pelaku. "Ya dia simpan di rumah. Sering pakai buat roti," kata MP.

Akibat bacokan pelaku MP, korban kini masih dirawat intensif di rumah sakit Provinsi NTB karena luka di beberapa bagian tubuh korban.

Ada pun terduga pelaku bersama barang bukti sebilah parang dengan pancang 30 centimeter itu diamankan kepolisian. Kini terduga pelaku diamankan dan diancam pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.



Simak Video "Viral Video Pelajar di Lampung Di-Bully & Dianiaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/dpra)