Astindo Manggarai Barat Ungkap Efek Negatif Second Home Visa

Astindo Manggarai Barat Ungkap Efek Negatif Second Home Visa

Ambrosius Ardin - detikBali
Kamis, 27 Okt 2022 11:39 WIB
Salah satu kapal wisata di Perairan Labuan Bajo yang biasa digunakan wisatawan.
Salah satu kapal wisata di Perairan Labuan Bajo yang biasa digunakan wisatawan. Foto: Ambrosius Ardin
Manggarai Barat -

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Kabupaten Manggarai Barat Ignasius Suradin khawatir second home visa memberikan efek negatif bagi Indonesia. Contohnya, persaingan jasa wisata di Labuan Bajo yang sebagian dimiliki oleh warga negara asing (WNA).

"Misalnya mendirikan travel agent di sini, mereka (WNA) yang berhubungan langsung dengan tamu di negaranya," kata Ignas kepada detikBali, Rabu (26/10/2022).

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmi meluncurkan visa rumah kedua atau second home visa pada Selasa lalu (25/10). Dengan menggunakan visa tersebut, warga asing dapat tinggal hingga 10 tahun di Indonesia.


Tak hanya itu, Ignas melanjutkan, second home visa berpotensi mengakibatkan persaingan antara WNA dan warga negara Indonesia (WNI) untuk mendapatkan pekerjaan. Sebelum adanya visa rumah kedua saja, banyak tenaga kerja asing berdatangan ke Indonesia. "Seperti profesi fotografer saat ini, itu banyak dari Rusia," ujar pemilik agen travel Fantastico Tour di Labuan Bajo itu.

Ignas meminta pemerintah memberikan perlindungan kepada pengusaha dan tenaga kerja lokal. Tujuannya, agar rakyat sendiri tidak tersingkir oleh kehadiran tenaga kerja asing. "Perketat pengawasan terhadap WNA yang memanfaatkan layanan second home visa tersebut," katanya.



Simak Video "Banjir di NTT Tak Berdampak pada Lokasi Wisata Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(gsp/irb)