Fakta-fakta 3 Balita NTB Meninggal karena Gagal Ginjal Akut

Round Up

Fakta-fakta 3 Balita NTB Meninggal karena Gagal Ginjal Akut

tim detikBali - detikBali
Minggu, 23 Okt 2022 06:07 WIB
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit. Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d
Mataram -

Sebanyak tiga bayi di bawah lima tahun (balita) di Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia karena gagal ginjal akut misterius atau acute kidney injury (AKI). Mereka diketahui sempat minum obat sirup. Simak fakta-fakta selengkapnya berikut ini.

Termuda Usia 6 Bulan

Tiga balita meninggal karena gagal ginjal akut misterius berasal dari Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Bima. Balita termuda berusia enam bulan, kemudian bayi berusia 11 bulan, dan satu lainnya di bawah lima tahun.


"Kondisi anak sudah meninggal. Ada yang usianya 6 bulan, satu masih di bawah lima tahun dan ada satu lagi usianya 11 bulan," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi, Sabtu (22/10/2022).

Gejala yang Dialami

Dua dari ketiga balita tersebut mengalami gejala gagal ginjal akut misterius pada pertengahan bulan Agustus hingga September 2022 lalu. Ketiganya mengalami gejala demam sebelum meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Menurut Eka, ketiga balita yang meninggal dunia tersebut awalnya mengalami gejala demam. Di sisi lain, mereka juga dikabarkan sempat diare.

Minum Obat Sirup

Menurut Eka, dua balita meninggal itu sempat meminum obat sirup karena mengalami demam tinggi, sedangkan satu balita belum mendapat obat sirup. "Satunya ini belum minum. Dua sudah minum obat sirup. Satunya itu belum bisa pastikan minum atau tidak. Terakhir yang meninggal itu sudah empat hari lalu," ungkap.

Kemungkinan diare muncul setelah diberikan obat sirup hingga menyebabkan kekurangan cairan, dan menyebabkan gangguan ginjal, salah satunya infeksi berat. "Ini mungkin yang diakibatkan adanya kegagalan multi organ di tubuhnya, salah satunya ginjal. Banyak hal juga penyebabnya," kata Eka.



Simak Video "Obat Cair Sementara Disetop, Kemenkes Sarankan Obat Tablet-Kapsul"
[Gambas:Video 20detik]