Penundaan Tarif Baru TN Komodo Tetap Merugikan Pelaku Wisata

Noviana Windri - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 11:49 WIB
Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) DPC Labuan Bajo
Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) DPC Labuan Bajo. Foto: Instagram @gahawisri.komodo
Manggarai Barat -

Penundaan tarif baru Taman Nasional (TN) Komodo Rp 3,75 juta hingga 1 Januari 2023 tetap merugikan para pelaku wisata. Hal tersebut diungkapkan oleh Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) Labuan Bajo.

Aprita Primayuda Ketua Harian DPC Gahawisri Labuan Bajo mengungkap kebijakan penundaan tarif baru TN Komodo itu hanya menguntungkan untuk sementara waktu.

"Sementara menguntungkan. Dalam jangka panjang merugikan karena tidak ada kepastian," ungkapnya saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (9/8/2022)..


Meski demikian, pihaknya tetap berterima kasih kepada pemerintah atas penundaan penerapan tiket baru TN Komodo.

"Kami berterima kasih pada pemerintah dengan penundaan ini," tambahnya.

Selain itu, Gahawisri juga mengungkapkan kekecewaan terkait tuntutan untuk mengkaji ulang secara menyeluruh belum dipenuhi Pemprov NTT dan pemerintah pusat.

Adapun tuntutan untuk mengkaji ulang yakni kenaikan biaya tiket yang merugikan komunitas dan bisnis pariwisata lokal, tidak ada jaminan apapun untuk pengelolaan dan konservasi TN Komodo, dan adanya peningkatan kerusakan di berbagai lokasi penyelaman di dalam perairan TN Komodo.

Gahawisri sendiri telah mengikuti sosialisasi terkait kenaikan tiket TN Komodo pada 29 Juli di hotel Local Collection oleh Kadis Pariwisata NTT dan pada 4 Agustus menghadiri dialog dengan Badan Otorita Pariwisata Flores Labuan Bajo. Namun, sosialisasi itu belum sesuai dengan harapan Gahawisri.

"Betul (tidak sesuai harapan soal tuntutan mengkaji secara menyeluruh). Yang terjadi hanya penundaan penerapan harga baru. Menurut kami, kajiannya belum melibatkan seluruh stakeholder dan pelaksanaannya cenderung ke monopoli bisnis," ungkapnya.

Setelah penundaan kenaikan tarif TN Komodo dan melakukan aksi mogok sejak 1 Agustus 2022, kini pihaknya telah kembali melayani turis. Pihaknya berharap jika kenaikan tarif TN Komodo dilakukan bisa dikaji secara bersama dengan melibatkan seluruh stakeholder.

"Kami mendukung pembatasan wisatawan terkait dengan konservasi. Tentang tarif sebaiknya dikaji bersama agar bermanfaat baik untuk bisnis kecil dan wisatawan. Juga harus transparan pengelolanya," harapnya.

Simak Video 'Tarif Rp 3,75 Juta Pulau Komodo Akhirnya Ditunda Usai Tuai Protes':

[Gambas:Video 20detik]



(nor/nor)