Mengenang Perjuangan Rakyat Bali via Diorama di Monumen Bajra Sandhi

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Jumat, 05 Agu 2022 16:46 WIB
Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Made Artana Yasa dan salah satu pemandu ketika menunjukkan diorama no 25 Menyebarluaskan Berita Proklamasi 1945 pada Jumat (5/8/2022) di Jalan Raya Puputan No 142 Denpasar, Bali
Foto: Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Made Artana Yasa dan salah satu pemandu ketika menunjukkan diorama no 25 Menyebarluaskan Berita Proklamasi 1945 (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai Monumen Bajra Sandhi merupakan salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Denpasar. Di lokasi tersebut, wisatawan dapat mempelajari sejarah Republik Indonesia melalui diorama.

Adapun total diorama yang ditampilkan, yakni sebanyak 33 diorama. Diorama-diorama tersebut menceritakan zaman purba di Bali, mengenang perjuangan rakyat Bali merebut kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan.

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Made Artana Yasa, menuturkan, pihaknya juga menghadirkan beberapa fasilitas dalam membantu wisatawan untuk memahami makna puluhan diorama tersebut. Mulai dari mencantumkan penjelasan terkait diorama dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.


Pihaknya juga menghadirkan fasilitas barcode yang nantinya ketika dipindai, akan mengeluarkan suara yang menjelaskan tentang diorama tersebut.

"Di sini ada juga dua pemandu yang stand by jika ada pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang diorama, dan ini sifatnya gratis. Selain berwisata, pengunjung kami harapkan bisa mengetahui spirit atau roh dari diorama di sini dan roh ini adalah perjuangan. Jadi, ini akan bisa menginspirasi generasi muda bahwa hidup adalah perjuangan," katanya pada Jumat (5/8/2022).

Adapun upaya lainnya yang pihaknya lakukan dalam meningkatkan minat masyarakat khususnya pelajar untuk datang dan belajar di lokasi tersebut, kata Artana Yasa, yakni melalui program berkunjung dan belajar sejarah di Monumen Bajra Sandi.

"Program ini sudah jalan dari awal tahun ini dan di sini kami siapkan tim khusus untuk memandu. Nanti siswa SMA atau SMK bisa belajar tentang sejarah khususnya sejarah Bali melalui diorama dan video-video. Nanti kalau ingin ikut program itu, sekolah bisa bersurat terlebih dahulu ke kami," terangnya.

Ia menuturkan, antusias yang ditunjukkan siswa dalam program tersebut terbilang tinggi. Sementara itu, dari segi kunjungan wisatawan yang datang ke Monumen Bajra Sandi, sejak April 2022 hingga saat ini, per harinya total rata-rata ada 150 pengunjung.

Adapun harga tiket bagi wisatawan mancanegara dewasa Rp 50.000, dan anak-anak Rp 25.000. Lalu untuk wisatawan domestik dewasa Rp 25.000 dan anak-anak Rp 10.000.

Kemudian tarif bagi mahasiswa Rp 5.000 dan pelajar Rp 2.000. Untuk diketahui, Monumen Bajra Sandi diresmikan oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada tanggal 14 Juni 2003 bersamaan dengan Pembukaan Pesta Kesenian Bali ke- 25 tahun 2003.

Pembuatan desain Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini sendiri merupakan karya dari seorang generasi muda bernama Ida Bagus Gede Yadnya. Pada waktu itu, Yadnya berstatus masih mahasiswa pada jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Denpasar.

Yadnya berhasil memenangkan dan menjadi juara dalam sayembara pembuatan desain Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang dilakukan pada tahun 1981 dengan menyisihkan para arsitek seniornya yang ada di Bali.



Simak Video "Melejitnya Penjualan Diorama Kereta Api Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)