Seorang Pria Tebas Pacar Mantan Istri di Lombok Tengah

Seorang Pria Tebas Pacar Mantan Istri di Lombok Tengah

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 16 Jun 2022 13:47 WIB
TKP dan barang bukti penebasan di Lombok Tengah diamankan Polisi.
TKP dan barang bukti penebasan di Lombok Tengah diamankan polisi. Foto: ist
Lombok Tengah -

Seorang pria inisial H (30) asal Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah tega menebas pacar mantan istri karena terbakar api cemburu. H nekat melakukan penebasan usai melihat korban AB (37) apel rumah mantan istrinya pada Rabu (15/6/2022) sekitar pukul 19.00 WITA.

"Jadi pelaku ini tidak terima mantan istrinya yang sudah diceraikan atau ditalak secara agama didatangi korban ke rumahnya," kata Kapolsek Praya Timur IPTU Sayum, Kamis (16/6/2022).

Peristiwa penebasan itu bermula saat korban AB sedang disajikan makan malam oleh saksi FH atau mantan istri dari terduga pelaku H di depan teras rumah FH.


"Jadi secara tiba-tiba, pelaku datang dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis parang," kata Sayum.

Dari keterangan pelaku, ujar Sayum, korban AB diduga telah lama memiliki hubungan gelap antara korban dengan istri pelaku sebelum ada kata perceraian. Korban juga diduga kuat menjadi orang yang memicu perceraian pelaku dan mantan istrinya.

"Jadi semua itu berujung penganiayaan berat akibat rasa emosi dan cemburu melihat mantan istri diapelin oleh korban," kata Sayum.

Menurut Sayum, mantan istri terduga pelaku yang sekaligus sebagai saksi peristiwa penebasan itu inisial FH (28) saat ini dalam kondisi aman. Sedangkan untuk korban sendiri akibat insiden tersebut alami luka robek di bagian kepalanya.

"Korban sudah dilarikan dan sedang dirawat di Puskesmas Desa Ganti. Alhamdulillah lukanya tidak terlalu parah," ujar Sayum.

Sementara, terduga pelaku berhasil diamankan oleh Polsek Praya Timur setelah berupaya melarikan diri ke kediaman ibunya yang berada di Desa Pademare, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

"Pelaku sudah dibawa ke Mapolres Lombok Tengah tadi malam. Kita menyerahkan proses hukum ke APH," kata Sayum.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah gagang senjata tajam, satu buah sarung senjata tajam dengan panjang 35 cm milik pelaku H.

Dari hasil introgasi awal bahwa terduga pelaku H mengaku sengaja melakukan penganiayaan karena oleh tersulut emosi oleh korban karena diduga telah memiliki hubungan asmara sebelum perceraian pelaku dengan istrinya.

Sementara proses perceraian atau talak antara terduga pelaku H dengan istrinya inisial FH hanya baru diungkapkan secara lisan dan sah secara agama.

"Jadi memang keduanya (pelaku dan saksi ini) belum memiliki akte cerai dari pengadilan Agama," pungkas Sayum.



Simak Video "Ada Hukumnya, Peselingkuh Bisa Dilaporkan"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)