Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Oase di Tengah Kota Kupang

Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Oase di Tengah Kota Kupang

Djemi Amnifu - detikBali
Selasa, 03 Mei 2022 19:55 WIB
Hutan mangrove di Ekowisata Mangrove Oesapa Barat yang masih asri dan sejuk di tengah Kota Kupang, NTT, menjadi daya tarik bagi pengunjung seperti dibadikan, Selasa (3/5/2022). (Djemi Amnifu/detikBali)
Ekowisata Mangrove Oesapa Barat di tengah Kota Kupang, NTT, (Djemi Amnifu/detikBali)
Kupang -

Berada di tengah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di RT 02/RW 01 Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima, ekowisata mangrove menjadi pilihan warga Kupang untuk melepas penat. Ekowisata Mangrove Oesapa Barat ibarat 'oase' di tengah padang gurun karena pemandangan hijau yang disuguhkan.

"Luas hutan mangrove di ekowisata mangrovei Oesapa Barat ini kurang lebih 5 hektar persis di Pantai Oesapa Barat. Lokasi ini dikelola oleh kelompok -kelompok masyarakat yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang," kata Dan Poyk, Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Oesapa Barat kepada detikBali di lokasi Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Selasa (3/5/2022) .

Ia mengaku hutan mangrove ini bukan sebatas sebagai ekowisata namun memiliki fungsi utama sebagai pencegah abrasi, perlindungan terhadap angin, pencegah intrusi air laut dan yang paling utama menjaga kelestarian ekosistem di hutan mangrove.


Sejak dibangun 2015 silam, Dan Poyk mengaku belum ada perhatian serius pemerintah untuk mengembangkan ekowisata ini karena sejak rusak diterhang badai Seroja Apil 2021 silam belum ada perbaikan sejumlah tangga yang mengalami rusak parah.

"Sudah dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 dan badai Seroja yang merusak sejumlah fasilitas di sini, pengunjung turun drastis. Dulu ini merupakan lokasi kumuh yang kemudian dijadikan lokasi ekowisata hutan mangrove. Kita berharap Pemerintah Kota Kupang bisa membantu memperbaiki fasilitas yang rusak dan menambah beberapa fasilitas lainnya," katanya.

Pantauan detikBali, Selasa (3/5/2022), pengunjung obyek wisata Hutan Mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang menurun atau berkurang drastis. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal munculnya pandemi COVID-19 pada Maret 2020 hingga saat ini.

Selama kurang lebih dua jam lebih hanya ada dua pengunjung di obyek wisata ini. Pada pintu masuk ada semacam gapura yang bertuliskan Ecowisata Mangrove, namun ada satu huruf yang sudah terlepas. Sementara untuk masuk ke dalam hutan mangrove, pengunjung harus melintas di atas jembatan papan.

Jembatan papan ini dibuat seperti jalan melingkar di hutan mangrove itu. Ada dua jalur yakni jalur masuk dan keluar. Jembatan papan itu diberi cat warna-warni. Pada jembatan itu, ada juga papan yang lapuk dan rusak. Pada bagian lain juga ada papan yang jatuh akibat badai Seroja beberapa waktu lalu



Simak Video "Menikmati Kelembutan Tekstur Ikan Berkuah Asam di Kupang"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)