detikBali

Rekomendasi Kuliner di Penatih Denpasar, Ada Babi Guling hingga Rujak Kelapa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rekomendasi Kuliner di Penatih Denpasar, Ada Babi Guling hingga Rujak Kelapa


I Gusti Ayu Natasha - detikBali

Penjual babi guling viral
Babi guling. Foto: TIkTok
Denpasar -

Kelurahan Penatih di Denpasar Timur, Denpasar, Bali, bukan hanya sekedar kawasan pemukiman. Daerah ini menyimpan rasa kuliner khas Bali yang menjadi favorit warga lokal, mulai dari legenda babi guling, rujak kelapa segar, hingga tipat cantok dan tipat sate.

Kuliner di Penatih yang Wajib Dicoba

Penatih terkenal dengan sajian tradisional Bali yang sederhana, murah, namun kaya akan bumbu. Terdapat beberapa menu yang wajib dicoba antara lain:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

• Babi Guling → Nasi campur dengan daging babi, kulit kriuk, jukut ares, dan sambal khas Bali.
• Rujak Kuud/Rujak Kelapa → Perpaduan buah, kelapa muda, dan bumbu rujak pedas manis.
• Tipat Cantok → Tipat ketan yang disajikan dengan sayuran rebus dipadukan sambal kacang.
• Tipat Sate → Kombinasi tipat dengan sate lilit atau sate khas Bali.
• Nasi Campur dan Jajanan Pasar → Pilihan praktis untuk sarapan maupun makan siang.

ADVERTISEMENT

Babi Guling I Nyoman Siring Penatih

Babi Guling I Nyoman Siring Penatih, menjadi salah satu nama paling populer di Penatih. Warung ini sudah melewati tiga generasi dan dikenal dengan nasi campur babi guling berbumbu khas dan kuat, serta kuah jukut ares yang tidak kalah gurih.

Berlokasi di Jalan Trenggana No. 60, Penatih, Denpasar Timur. Patokan harga nasi campur dimulai dari Rp 25.000 hingga Rp 30.000, tambahan kulit babi spesial sekitar Rp 50.000.

Jam operasional dimulai dari pukul 07.00 Wita hingga 17.30 Wita. Makanan ini cocok dikonsumsi untuk makan siang, kuliner dengan keluarga, atau wisatawan yang ingin mencoba babi guling yang autentik.

Rujak Kelapa D'Tepi Sawah

Bagi pecinta cemilan dengan rasa maupun nuansa segar, Warung Rujak Bali D'Tepi Sawah menawarkan rujak kuud atau rujak kelapa. Berlokasi di Jalan Padma, Penatih. Menu rujak dijual dari harga Rp 7.000 per porsi, cocok sebagai peneman di sore hari.

Rujak kelapa memiliki rasa yang berbeda dari rujak buah biasanya, dengan perpaduan kelapa muda dengan bumbu rujak yang pedas, asam, maupun manis. Lokasi yang berada di Kawasan Penatih membuat tempat ini layak masuk di daftar kunjungan saat berkeliling di Denpasar Timur.

Tipat Cantok dan Tipat Sate

Tipat cantok dan tipat sate termasuk kuliner khas yang akan terus diangkat dalam kegiatan Penatih Festival. Keduanya menjadi salah satu representasi produk kuliner khas yang dikembangkan pelaku usaha di Kelurahan Penatih.

Tipat cantok cucuk untuk cemilan sore atau makan ringan yang dapat mengganjal perut sebelum makan besar. Tipat sate jauh lebih mengenyangkan karena disandingkan dengan sate. Saat berkunjung ke Penatih, coba cari warung atau pedagang lokal yang menjual kedua menu ini, terutama saat diadakan pasar rakyat, festival, maupun kegiatan UMKM.

Rekomendasi UMKM Lain di Penatih

Selain babi guling dan rujak, Penatih juga memiliki pilihan UMKM kuliner yang ramah di kantong, mulai dari Warung Odah Kompyang Penatih yang menyajikan nasi kuning campur, kulit ayam kriuk yang gurih, mie goreng, hingga brownies. Berlokasi di Jalan Trenggana No. 26, Penatih. Kisaran harga mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 30.000.

Lalu, ketika sedang berjalan-jalan di sekitar Penatih, wajib untuk mencoba rujak lokal Penatih yang dijual oleh pedagang. Rujak buah dan cemilan segar yang cocok dimakan di sore hari.

Tips Kuliner di Penatih

• Datang pagi atau siang untuk makan babi guling karena stok yang sering terbatas ketika sore hari.
• Siapkan uang tunai, terutama saat membeli makanan dari warung kecil atau pedagang keliling.
• Coba beberapa menu sekaligus, babi guling untuk makan berat, tipat untuk cemilan, dan rujak menjadi makanan pencuci mulut.
• Manfaatkan momen Penatih Festival atau acara UMKM lokal untuk menemukan lebih banyak kuliner khas sekaligus mendukung pelaku usaha kecil.

Penatih memang layak masuk daftar destinasi kuliner di Denpasar. Harga yang terjangkau, rasa yang autentik, serta dukungan UMKM lokal menjadikan kawasan ini pilihan menarik untuk food hunting di Kawasan Denpasar Timur.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads